SLEMAN – Pemkab Sleman mengalokasikan dana penguatan modal Rp 58 miliar untuk Bank Sleman melalui APBDP 2014. Suntikan dana segar tersebut terbukti mampu memperkokoh posisi badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak pada sektor perbankan itu.Sampai saat ini, total Rp 110 miliar dana yang digelontorkan pemerintah untuk bank perkreditan rakyat tersebut. Bank Sleman juga terus bebenah dan mengembangkan diri untuk menjaga eksistensi. Program terbaru adalah layanan anjungan tunai mandiri (ATM ) yang diluncurkan Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) kemarin (25/8).Bagi SP, layanan paling gress itu merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Apalagi, layanan ATM oleh bank perkreditan rakyat masih sangat jarang di wilayah Jogjakarta. Bisa dibilang, layanan ATM Bank Sleman termasuk yang pertama di DIJ.
Di balik sukses layanan tersebut, SP menitipkan banyak “PR” untuk manajemen Bank Sleman yang dimotori Muhammad Sigit selaku direktur utama. SP menuntut Bank Sleman turut memperkuat roda perekonomian bagi masyarakat. Khususnya pelaku usaha kecil mikro (UKM).Alasan itu pula yang melatarbelakangi pemerintah mengucurkan modal besar untuk Bank Sleman. “Jangan takut bakal terjadi kenaikan NPL (non-performing loan/kredit macet) hanya karena membiayai UKM,” ujar SP. Hingga kemarin, tingkat NPL Bank Sleman tergolong sangat rendah. Yakni 0,2 persen. Jauh dibanding kebanyakan BPR, yang NPL-nya bisa lebih dari empat persen. Kondisi itu menunjukkan, nasabah pembiayaan yang bekerjasama dengan Bank Sleman termasuk golongan profesional dan bertanggungjawab. “Untuk kelas BPR, itu (NPL 0,2 persen) prestasi,” lanjut bupati.
Selain berharap kontribusi positif dari Bank Sleman, SP juga menuntut manajemen BUMD itu lebih kreatif mengelola perusahaan. Agar ke depan bisa menarik dana pihak ke tiga lebih banyak dari capaian sekarang. Muhammad Sigit mengatakan, capaian kinerja Bank Sleman mengalami pertumbuhan aktiva sebesar tujuh persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Total aktiva mencapai Rp 447 miliar. Tabungan dan deposito mencapai Rp 310 miliar (naik 18 %), sedangkan total kredit sebesar Rp 338 miliar (naik 26 %) dan laba tembus Rp 12,4 miliar, atau naik 33 persen. “Kemajuan Bank Sleman tidak lepas dari support Pemkab Sleman,” katanya.Trek positif itu mengantar Bank Sleman ditahbiskan menjadi yang terbaik versi Infobank. Bank Sleman berhak atas penghargaan Golden Award atas kinerja terbaik selama lima tahun berturut-turut.Terkait layanan ATM, nasabah yang menggunakan fasilitas tersebut bisa melakukan transfer atau transaksi di outlet-outlet belanja yang melayani ATM Bank Mandiri dan Prima BCA di seluruh Indonesia. (yog/din)