JOGJA – Jalan C Simanjuntak Jogja mulai Senin kemarin (25/8) resmi menjadi satu arah dari utara ke selatan. Meskipun demikian hingga satu bulan ke depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja bersama kepolisian masih akan memberikan toleransi apabila masih ada masyarakat yang melanggar, sekaligus sebagai sosialisasi akhir.Dari pantauan Radar Jogja, memang tak sedikit pengendara yang melanggar yakni dengan cara menerobos ke utara meski sudah ada tanda rambu larangan melintas. Beberapa pengendara yang lain memilih balik arah, setelah mengetahui ada rambu dan pengumuman bahwa jalan itu kemarin mulai dijadikan satu arah dari utara ke selatan.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Windarto menjelaskan dalam waktu selama satu bulan ini, petugas masih bisa memberikan toleransi apabila ada warga yang menerobos masuk. Ketetapan hukum rambu berlaku satu bulan sejak dipasang. Selain itu petugas juga memasang water barrier, sekaligus papan petunjuk tambahan. “Kami juga masih akan menempatkan petugas di sana, harapannya dalam waktu tiga hari ke depan masyarakat sudah terbiasa,” ujar Windarto.Windarto menambahkan dengan perubahan arus lalu lintas di Jalan C Simanjuntak menjadi searah ke selatan, juga memberi pengaruh ke beberapa ruas jalan lain. Dikatakan, dengan Jalan C Simanjuntak menjadi searah diikuti dengan penyesuaian APILL di beberapa simpang yang ada di kawasan Terban. Seperti di pertigaan McD, fase APILL kini hanya dua, yakni dari barat dan dari utara timur.
Sementara itu di perempatan Mirota juga berubah menjadi tiga fase, sedangkan di simpang Tugu nantinya juga akan disesuaikan.Penerapan jalan searah di Jalan C Simanjuntak yang sudah direncanakan sejak tahun lalu itu juga diklaim mampu mengurangi tingkat kemacetan di jalur itu. Menurut Windarto, selama uji coba yang dilakukan beberapa kali, volume kendaraan yang melintas bisa berkurang hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya. “Kami lihat kebanyakan memang kendaraan mengarah ke selatan, maka dibuat searah ke selatan,” ungkapnya.Perubahan arus Jalan C Simanjuntak tersebut juga dibarengi dengan perubahan parkir. Jika selama ini dua sisi jalan digunakan untuk parkir dan hal itu menimbulkan kemacetan, maka saat ini parkir hanya boleh ada di sisi timur dan searah dengan arus lalu lintas.
Menurut dia, salah satu penyebab padatnya Jalan C Simanjuntak karena parkir kendaraan di dua sisi jalan. Windarto menambahkan, sebenarnya melihat tipikal jalanan di Kota Jogja yang banyak terdapat persimpangan, idealnya jalan yang ada dibuat satu arah. “Jalan di Jogja ini banyak persimpangan, bagusnya dibuat satu arah. Selain untuk mengurangi antrean di lampu merah, pengalihan jalan juga dekat,” kata Windarto. (pra/laz)