WONOSARI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga terjadi di Wonosari, Gunungkidul. Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) “Kota Gaplek” tersebut mulai kehabisan stok BBM.Seperti hasil pantauan Radar Jogja, sejumlah SPBU di Wonosari mulai kehabisan BBM jenis premium sejak pagi hari. Misalnya, di SPBU4455807Jalan Baron Wonosari. Pengawas lapangan Winarna mengatakan, BBM jenis premium sudah habis sejak pukul 06:00.Akibat dari peristiwa ini, menurut Winarna, para konsumen yang ingin membeli bensin premium, terpaksa beralih ke pertamax. “BBM jenis premium habis sejak pukul 06:00. Dan akibat kekosongan BBM bersubsidi ini, konsumen beralih ke pertamax,” kata Winarna siang kemarin (25/8).
Menurut Winarna, pengiriman premium dari Pertamina memang dibatasi. Jika biasanya setiap kali permintaan langsung dikirim, maka dalam dua hari terakhir ini, tidak. “Kamis dikirim 24 ribu ton, dan hari ini rencananya 32 ribu ton. Itu pun belum datang hingga siang ini,” ujarnya kemarin siang.Kelangkaan BBM di Gunungkidul mengundang perhatian Bupati Badingah. Bupati mengingatkan agar jangan ada penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Karena, jika itu harus terjadi, maka akan ditindak tegas.”Saya ingatkan, jangan ada yang menggunakan kesempatan seperti ini untuk berbuat curang. Jangan sekali-kali berusaha melakukan penimbunan, karena itu melanggar hukum, dan akan ditindak tegas,” kata Badingah kepada wartawan, kemarin (25/8).
Menurut Badingah, BBM subsidi menghilang karena ada pembatasan kuota. Karena itu, pihaknya akan mengambil sejumlah langkah, salah satunya, koordinasi dengan SPBU dan Migas. Upaya paling cepat yang akan dilakukan Bupati Badingah, adalah melakukan antisipasi terjadinya penimbunan BBM. “Kami segera melakukan tindakan konkret, setidaknya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Nah sebelum ada jalan keluar, sekali lagi saya ingatkan jangan ada yang menimbun BBM,” tandasnya.Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain mengatakan, di tengah kelangkaan BBM bersubsidi, pihaknya telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan patroli keliling di sejumlah SPBU. “Kami lakukan pemantauan di lapangan,” kata Faried. (gun/jko)