DILIHAT sepintas, wajahnya memang sangat mirip. Bagi yang baru pertama melihat bisa mengira jika keduanya adalah saudara kembar. Terang saja, kendati kakak beradik, usia kedua wakil rakyat ini hanya satu tahun lebih. Keduanya yang sama-sama memiliki hobi membaca ini adalah putri Kamiso dan Suratmi, yang masih memiliki ikatan darah dengan mantan Bupati Kulonprogo Toyo Santosa Dipo. Persisnya, mereka adalah keponakan Toyo.Sang kakak Ir Purwantini , lahir pada 7 Mei 1970 dan kini tinggal bersama keluarganya di Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo. Cita-cita sejak kecil sedianya bukan menjadi seorang politisi. Hal itu, setidaknya dibuktikan dengan ijazah terakhirnya sebagai insinyur pertanian dari Fakultas Pertanian UGM Jogjakarta.”Awalnya saya justru tidak ada cita-cita menjadi politisi. Namun sejak di bangku kuliah saya memang suka dengan dunia aktivitas dan senang berorganisasi. Dulu saya seorang aktivis dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Oleh karena itu, sedikit banyak saya sudah terbiasa dalam hal memantau kinerja pemerintah,” terang ibu empat anak ini.
Benar saja, ia berhasil menduduki kursi dewan selama dua periode. Politisi PKB ini mulai menjadi wakil rakyat sejak periode 2009-2014. Selain menjadi anggota Fraksi PKB, dia juga duduk di badan musyawarah dan anggota komisi III. Pada tahun 2012-2014, ia bahkan menjadi wakil ketua badan legislasi dan anggota komisi II. Pada pileg 2014 kemarin dia kembali terpilih dari dapil IV Kulonprogo yang meliputi Kecamatan Sentolo dan Nanggulan. “Saya berhasil mengantongi 3.162 suara dan terpilih lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Eni Rahayu SE, lahir hanya selang satu tahun lebih dari kakaknya, tepatnya 24 Desember 1971. Ia kini tinggal bersama keluarganya di Serang RT 02 RW 01, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo. Sebelum terjun ke dunia politik bersama PKB, ia menuntaskan pendidikan dengan meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Tidak kalah dari kakaknya, ia juga berhasil menduduki kursi dewan selama tiga periode.Ia merupakan anggota DPRD Kulonprogo periode 2009-2014. Tiga tahun pertama, ia menjadi anggota badan legislasi, anggota komisi IV, dan anggota Fraksi PKB. Pada dua tahun berikutnya, ia masuk menjadi anggota badan musyawarah, anggota komisi III, dan sekretaris Fraksi PKB.
Eni mengaku terjun ke dunia politik sejak 2008. Motivasi menjadi anggota dewan ingin membantu masyarakat. “Setelah lima tahun periode pertama, menurut saya, menjadi wakil rakyat mau tidak mau harus membantu memecahkan permasalahan di tengah masyarakat. Saya ingin membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,menurunkan angka kemiskinan dan apa yang diperlukan untuk menuju tujuan itu,” jelasnya.Eni menjelaskan, pada periode kali ini, ada tujuh anggota dewan perempuan sebagai penyalur aspirasi masyarakat di DPRD Kulonprogo. “Kami sebagai perempuan memang terasa lebih berat, karena menjadi kaum minoritas. Tetapi saya tidak pernah jemu untuk saling mendukung dan terus berkaya. Semuanya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (*/laz)