SLEMAN – Keberadaan perpustakaan saat ini tidak hanya sekadar tempat membaca dan menyimpan buku-buku. Sekarang perpustakaan lebih berkembang menjadi wadah sosialisasi dan pengembangan kreativitas menuju hidup yang produktif.Berbicara pengembangan kreativitas, perpustakaan memiliki peran penting menggali potensi sumber daya manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu. Konteksnya dalam pengembangan kreativitas ini adalah masyarakat secara luas, bukan hanya pelajar atau mahasiswa saja.Salah satu upaya itu diwujudkan Coca-Cola Foundation yang menggalang program PerpuSeru. Program itu garis besarnya memiliki arti bahwa perpustakaan tidak hanya tempat membaca, namun bisa dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi informasi.”Program PerpuSeru ini dikembangkan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pelaksana Program PerpuSeru Erlyn Sulistyaningsih, di sela-sela lokakarya pengenalan program di Eastparc Hotel, kemarin (26/8).
Erlyin menambahkan, keberadaan perpustakaan melalui program itu nantinya bisa menjadi sarana belajar masyarakat berbasis IT dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan basis IT ini, masyarakat tidak hanya membiasakan budaya membaca, namun bisa meningkatkan kualitas dan pelayanan komputer di perpustakaan. “Perpustakaan bisa menjadi pusat belajar masyarakat,” imbuhnya.Pihaknya mengkonfirmasi, sejauh ini terjadi peningkatan pengunjung di 34 provinsi di Indonesia. Data dari Januari sampai Juni 2014 mencapai 700 ribu pengunjung perpustakaan, 174 ribu di antaranya menggunakan komputer dan internet. “Pada prinsipnya program ini mampu memfasilitasi pengembangan status sosial seseorang,” tambahnya.Adapun lokakarya yang dihadiri beberapa kepala daerah di Indonesia ini merupakan kerjasama dengan PT Telkom untuk koneksi internet di dalam program PerpuSeru. Acara ini juga dihadiri Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendagri dan Gubernur DIJ HB X.
HB X menekankan, masyarakat perlu menanamkan tradisi gemar membaca. Membaca manjadi lebih bermakna ketika pembacaanya tidak berhenti pada tekstual saja. Yang lebih penting, pembaca perlu melalui pendalaman eksplorasi. “Perpustakaan merupakan gudang ilmu. Masyarakat kita harus terbiasa dengan budaya membaca,” katanya.Ia menambahkan, melalui perpustakaan, masyarakat bisa menyebarkan ilmu pengetahuan. Selain itu, peran perpustakaan harus bisa menjadi learning center. Dengan demikian, perpustakaan menjadi peranata untuk memperoleh informasi permanen. (fid/laz)