MAGELANG – Fakta lain soal ketidakberesan penbangunan trotoar Jalan Sigaluh bermunculan. Tidak sekedar membuat pejalan kaki tidak nyaman dengan adanya pembangunan shelter untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) tersebut.Ternyata, pelaksana pembangunan proyek tersebut melanggar aturan terkait keberadaan papan nama proyek, direktur kit, dan lainnya. Bahkan, pelaksanan proyek, yaitu CV Karya Mandiri yang beralamatkan di Jalan Sunan Ampel RT 05 RW 02 Kota Magelang tidak memasang tulisan atau rambu-rambu. Padahal, di lapangan banyaknya material berserakan di trotoar dan jalan.”Iya, kami sudah lakukan evaluasi. Memang soal papan nama proyek, direktur kit, dan rambu-rambu mereka belum dibuatkan. Mereka sudah kami peringatkan. Maksimal dua hari bakal tersedia. Bisa jadi, lebih cepat. Yang jelas, soal keberadaan hal-hal itu, belum ada dan sudah disampaikan ke pelaksana,” papar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang Isa Ashari kemarin (26/8).
DPP berdalih, alasan memanfaatkan lokasi tersebut karena tak memiliki lahan yang bisa digunakan menampung para PKL yang setiap saat bertambah. Apalagi lahan yang dimiliki Pemkot Magelang sangat terbatas. Terpaksa, DPP menggunakan dua sisi trotoar di Jalan Sigaluh untuk penataan PKL. “Kami ingin menata PKL yang jumlahnya tambah banyak, tetapi lahan terbatas. Terpaksa, menggunakan dua sisi trotoar Jalan Sigaluh,” ungkapnya.Isa yang didampingi Kasi Penataan PKL Y Marjinugroho meneruskan, pembangunan trotoar sisi selatan tersebut dilakukan dalam menata PKL di Jalan A Yani dan Jalan Sigaluh. Sebelumnya, ada beberapa pedagang yang berjualan di trotoar sisi selatan.”Sudah ada pedagang yang berjualan di sisi selatan. Juga banyaknya PKL di Jalan A Yani yang tidak tertampung di alun-alun. Kemudian, kami tempatkan di Jalan Sigaluh sisi selatan,” jelasnya.
Menurut Isa, pertimbangan lain yang mendasar, kenapa trotoar sisi selatan juga dibangun shelter untuk penataan PKL, karena pertimbangan jarak. Mengingat lokasi tersebut tidak jauh dari tempat jualan para PKL di Jalan A Yani dan Sigaluh.”Kalau kejauhan dari tempat jualan semula, pedagang tidak mau menempati tempat relokasi PKL. Kami juga akan repot,” ujarnya.Baik Isa maupun Marjinu menegaskan, proyek dengan pagu senilai Rp 430 juta dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 241, 624 juta tersebut, menunjuk PT Gurat Rancang selaku konsultan.”Konsultan proyek adalah Gurat Rancang. Kami juga sudah melibatkan Dinas Perhubungan soal master plan proyek ini. Mereka (Dinas Perhubungan, Red) tidak komplain,” tegas Isa.Berdasar penelusuran melalui website LPSE Pemkot Magelang, proyek tersebut diikuti 20 penyedia jasa. Akhirnya, dimenangkan CV Karya Mandiri dengan penawaran Rp 220,849 juta. Seperti diketahui, Jalan Sigaluh dalam dua minggu terakhir tak lagi akomodatif bagi pejalan kaki. Jalan satu arah menuju Kawatan tersebut, pada dua sisi trotoarnya tidak bisa digunakan pejalan kaki. Sisi utara sudah digunakan menempatkan PKL kuliner. Hal serupa dilakukan di sisi selatan.(dem/hes)