MAGELANG – Setelah antrean terjadi di Jogjakarta dan sebagian wilayah di Kabupaten Magelang, kejadian serupa juga di Kota Magelang. Seelumnya, dalam tiga hari ini, belum terlihat antrean panjang di stasiun pengisian bahanbakar umum (SPB) di Kota Magelang untuk mendapatkan bahan bakar minya (BBM). Sejak Selasa malam (26/8), di beberapa SPBU terlihat antrean. Memang, antrean yang terjadi tidak sepanjang di Jogja atau Temanggung. Di antarnya terlihat di SPBU 4156101 Menowo milik Pertamina. Di mana, antreannya meluber ke pinggir Jalan A Yani dan mayoritas pengendara sepeda motor.”Antreannya panjang, karena ada pembatasan kiriman dari pusat. Bahkan, tidak ada kepastian berapa jumlah yang dikirim setiap harinya,” ungkap Heru, 35, pengawas SPBU setempat, kemarin (27/8).
Heru mengaku, sebelum ada pembatasan, SPBu tersebut dalam setiap hari menerima kiriman 16 kiloliter premium dan 8 kiloliter solar. Sementara, sudah tiga hari ini, kiriman tidak sampai jumlah tersebut. Akibatnya, terjadi keterbatasan stok.”Pembatasan sudah sepekan ini. Tetapi beberapa hari sejak pembatasan, kami masih bisa mengatasi dengan menghabiskan semua stok. Baru sekarang (kemarin, Red), dampak pembatasan itu terasa. Konsumen sulit membeli BBM bersubsidi. Hari ini saja sudah habis pada pukul 11.00,” ungkapnya.Adanya pembatasan tersebut, lanjut Heru, pihak SPBU tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya mengikuti kebijakan Pertamina. Di sisi lain, para konsumen kecewa tidak bisa mendapat BBM subsidi. “Kami pasrah saja, sampai keadaan kembali normal,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Jafar, 33, pembeli yang ikut antri membeli BBM. Warga Sindas Kota Magelang itu mengemukakan, hanya pasrah dengan keadaan ini. Ia mengakui, harus kerepotan mencari BBM subsidi dan antre lama.
“Terpaksa ikut antri. Karena membeli eceran sekarang susah. Kalaupun ada, harganya naik hingga Rp 9 ribu per liter. Kami rakyat kecil tidak bisa apa-apa. Hanya bisa pasrah menerima keadaan. Harapannya, presiden yang baru menyelesaikan masalah BBM ini,” katanya.Sementara itu, di sejumlah SPBU dijaga aparat kepolisian dan tentara. Mereka ikut mengamankan area SPBU, sekaligus membantu mengatur lalu lintas. Karena, antrean ada yang mengganggu arus lalu lintas.”Setiap SPBU ada lima anggota. Ini terdiri dari satuan Intel, Babinkamtibmas, Sabhara, dan Patroli Lalu Lintas. Kami antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk hal-hal yang membuat keadaan tak kondusif,” janji Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani.(dem/hes)