JOGJA – Kerabat Keraton Jogja berduka. RM Ananda Teguh, 10, salah satu cucu buyut Sultan Hamengku Buwono IX meninggal dunia karena terkena demam berdarah (DB) di RSUP Dr Sardjito, Selasa (26/8) malam.Almarhum yang masih kelas IV SDN Soregenen, Depok, Sleman, itu merupakan cucu pertama Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Hadisuryo. Hadisuryo adalah putra HB IX yang lahir dari garwa dalem atau istri pertama Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Pintoko Purnomo. Adapun orang tua Tangguh adalah Gusti Raden Ajeng (GRAj) Galuh Hadisuryo yang menikah dengan Faisal.”Cucu saya itu anaknya aktif. Jadi nggak tahu kalau demamnya karena DB. Kami sangat kehilangan,” ungkap Hadisuryo saat ditemui di sela menemui para pelayat di rumah duka Ndalem Hadinegaran, Bintaran, Jogja, kemarin (27/8).
Sejumlah pelayat tampak berdatangan sejak pagi hingga siang menjelang jenazah diberangkatkan menuju makam Pakuncen yang menjadi lokasi peristirahatan terakhirnya. Di antara para pelayat, beberapa kerabat Keraton Jogja juga takziah. Mereka, antara lain, KGPH Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, dan GBPH Cakraningrat. Tiga pangeran ini merupakan putra HB IX yang lahir dari tiga istri berbeda.Hadiwinoto merupakan putra dari istri nomor dua KRAy Windyaningrum, Prabukusumo terlahir dari KRAy Hastungkoro, istri ketiga, dan Cakraningrat merupakan anak HB IX dari istri keempat KRAy Tjiptomurti. Ketiga pangeran keraton tersebut selama beberapa saat berada di rumah duka. Mereka tampak berbincang dengan Hadisuryo dan keluarganya.
Tak lama berselang juga datang GBPH Yudhaningrat. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DIJ itu melayat didampingi istrinya. Kemudian disusul dua putri HB X, GKR Pembayun dan GKR Condrokirono. Keduanya datang dengan menumpang satu mobil. Sebelumnya juga tampak melayat kerabat Kadipaten Pakualaman KGPH Widjojokusumo. Juga ada beberapa penghageng keraton seperti KRT Yudhahadiningrat dan KRT Pujaningrat, serta salah satu menantu HB X yang menjadi anggota DPRD DIJ terpilih, KPH Purbodiningrat. (kus/laz)