KULONPROGO – Warga Hulosobo bisa sedikit lega. Pasalnya akses Jembatan Hulosobo di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing yang putus karena banjir di bulan Juni lalu, segera disambung. Total dana untuk penanganan banjir dan longsor tersebut sebesar Rp 350 juta. “Rencananya besok (hari ini), jembatan darurat Hulosobo dibuat,” tegas Camat Kaligesing Budi Wibowo, kemarin (27/8).Jembatan darurat itu dibuat menggunakan kayu pohon kelapa (glugu). Dengan begitu, jembatan tersebut tidak hanya bisa digunakan melintas kendaraan roda dua, tapi juga kendaraan roda empat. “Karena hanya darurat, mungkin kendaraan roda empat yang bisa lewat tonasenya kurang dari 8 ton,” imbuhnya.Jembatan darurat itu juga akan diperkuat dengan pemasangan bronjong besi bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo yang ditempatkan di bawah jembatan. “Sudah ada kesepakatan antara BPBD dan masyarakat, BPBD akan menyiapkan bronjong dan warga yang menyiapkan batunya. Pemasangan dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan jembatan itu,” katanya.
Budi menjelaskan, sifat jembatan darurat ini nanti hanya untuk sementara. Selanjutnya dalam APBD Perubahan direncanakan ada anggarkan pembangunan permanen. “Dari pihak desa juga sudah ikhtiar menyebarkan proposal kepada warga yang ada di luar kota untuk turut berswadaya dalam membangun kembali jembatan di kampung halamannya,” jelasnya.Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Drs Boedi Hardjono mengamini. Infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor 26 Juni 2014 lalu, telah dilakukan penanganan. “Total dana yang dianggarkan mencapai Rp 350 juta,” katanya.Anggaran tersebut diperuntukkan empat proyek fisik di Desa Hulosobo Kecamatan Kaligesing, Pacekelan Kecematan Purworejo (2 titik), dan Bapangsari Kecamatan Bagelen. “Pelaksanannya telah dimulai sejak 25 Agustus lalu,” tandasnya. (tom/jko)