ANAK muda harus terus berkreasi. Dengan sedikit memutar otak dan melakukan banyak percobaan, hasilnya bisa ditebak. Sebuah alat tepat guna berhasil dibuat.Ini bisa dilihat di SMPN 1 Sawangan. Tiga siswanya, berhasil membuat sesuatu yang berguna. Hasil karya mereka patut mendapat apresiasi yang tinggi.Berkat pemikiran dan ujicobanya, mereka menciptakan alat untuk membuka buah durian tanpa ada yang terluka. Ketiga anak yang sukses membuat alata tersebut adalah, Muhammad Wildan Muzana, 15; Aven Ongki Prananta, 14, dan Tri Dewi Warni, 14.Ketiganya mengaku, awal membuat alat tersebut berawal dari hal sepele. Ide untuk membuat alat pembuka duria itu muncul, karena keluhan.
Muhammad Wildan Muzana mengungkapkan, ia sering mendengar keluhan-keluhan, baik dari tetangga dan orang-orang di sekitarnya. Dari situ, ia berpikir, masalah itu bisa dicarikan solusinya.Ia berusaha berpikirdan melakukan upaya. Beruntung, ada dua temannya yang menyambut keresahan dari Wildan. Ketiganya sepakat membuat alat untuk membuka buah durian.Selama ini, mereka mengakui, banyak yang suka buah durian. Tetapi, saat mereka harus membukanya, banyak pula yang menolak. Alasannya sederhana, orang yang membuka buah eksotis tersebut, sering terluka akibat kena duri buah tersebut. Karena itu, mereka ingin membuat alat yang memudahkan bagi penggemar durian membuka buah, tanpa sedikitpun terluka. “Awal mewujudkan alat itu dimulai dari menggambar konsep alat bersama kedua teman saya,” ungkap Wildan, kemarin (27/8).
Selain menggambar konsep, mereka juga melakukan berbagai eksperimen. Tentu saja, membuat alat ini tidak langsung jadi. Berkali-kali mereka menemukan kegagalan. Tetapi itu tidak membuat patah semangat. Justru kegagalan menjadi cambuk untuk berhasil.Selain menggambar desain alat, mereka juga mencari banyak referensi. Terutama di perpusatakaan. Tidak hanya itu, mereka dibantu ayahnya. Kebetulan, ayah salah satu dari tiga anak itu merupakan seorang guru di sekolah tersebut. Ia ikut sumbangsih mewujudkan alat tersebut. “Kami mencari referensi di perpustakaan sekolah hingga internet. Semuanya demi bisa menciptakan alat inovatif itu,” paparnya.Tidak lupa, Wildan dan temannya menabung dengan menyisakan uang jajan. Dari uang itu, mereka membeli bahan-bahannya. Seperti plat besi, baut, besi ulir, dan lainnya. Setelah semua terkumpul, mereka membawanya ke tukang las. “Sekitar dua hari, kerangka alat tersebut jadi. Lalu kami mulai bereksperimen membuka berbagai jenis dan ukuran buah durian. Bahkan, kami juga mencoba membuka buah kelapa,” jelasnya.Saat uji coba itu, ternyata taklangsung berhasil. Upaya mereka tidak semudah membalikkan tangan. Karena dibutuhkan hitungan matematis yang tepat dan presisi.
Secara prinsip, cara kerja alat yang diberi nama Alat Pengupas Durian Hidrolis itu cukup sederhana. Yakni, mirip dengan alat menambal roda sepeda motor.Cara kerjanya, buah durian yang akan dikupas atau dibuka, diletakkan tepat di bagian tengah bawah pada lokasi yang disiapkan. Setelah itu, pelan-pelan buah diangkat menggunakan dongkrak mobil. Bersamaan dengan itu, alat penekan di bagian atas, diputar pelan-pelan. Sehingga bergerak ke bawah. Setelah buah durian terjepit, alat penekan bagian atas yang berujung runcing seperti anak panah diputar. Akhirnya, buah durian terbuka tanpa ada yang terluka dan berdarah. “Total biaya sekitarRp 80 ribu sampai alat ini betul-betul bisa berfungsi. Kami masih ingin sederhanakan lagi. Juga, kami ingin percantik desainnya,” kata siswa yang tinggal di Desa Sawangan ini.Sementara itu, Wakil Kepala Bagian Humas SMP Negeri 1 Sawangan Gunawan Sulistiono memberikan apresiasi dengan apa yang dibuat. Pihak sekolah hanya bisa membantu, mendorong, dan memfasilitasi para siswa agar berkreativitas sesuai bakat dan kemampuannya. “Ke depan, alat yang mereka buat, akan diikutkan lomba penelitian karya ilmiah remaja (LP KIR), yang rencananya digelar Oktober mendatang di Jakarta,” katanya.(*/hes)