SLEMAN – PSS Sleman mendapatkan “musibah” jelang berlaga di babak 16 besar Divisi Utama 2014. Saat manajemen harus berfikir keras soal dana, Super Elang Jawa (Super Elja) justru diganjar hukuman denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. PSS terkena dua kasus sekaligus. Dalam rilisnya kemarin (27/8), Komdis menyatakan Panpel PSS melakukan tingkah laku buruk lantaran tidak dapat mengendalikan ulah suporter pada laga kontra Madiun Putra FC (MPFC). Saat itu para pendukung PSS dengan sengaja melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan serta menyalakan red flare saat pertandingan masih berlangsung. Dari kasus ini PSS didenda Rp 35 juta.Selain ulah suporter, pemain PSS juga dikenai denda. Saat menghadapi PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, lima penggawa Super Elang Jawa (Super Elja) mendapatkan kartu kuning. Ini masuk kategori perilaku buruk tim sehingga Komdis menjatuhi denda Rp 10 juta.
Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengaku belum mendapatkan surat dari Komdis. Oleh karena itulah PSS belum akan melakukan tindakan apapun. “Karena itu kami juga belum siap-siap untuk membayar kepada PSSI,” jelasnya.Dengan denda ini, PSS sudah tiga kali mendapatkan hukuman berat. Dari tiga hukuman tersebut total PSS harus membayar Rp 95 juta.Ironisnya, hukuman-hukuman itu didapat akibat ulah supporter. Pertama PSS didenda Rp 25 juta akibat penyalaan red flare pada laga pertama Divisi Utama 2014 melawan Persenga Nganjuk. Kedua, denda Rp 25 juta karena keributan suporter saat berlangsungnya pertandingan kontra PSIM Jogja di Maguwoharjo International Stadium (MIS) April lalu.
Pardji sangat berharap perilaku suporter bisa berubah saat Super Elang Jawa (Super Elja) menjalani babak 16 besar. Sebab, akan sangat berat bagi PSS bila penyalaan red flare serta keributan di tengah pertandingan terus saja berlangsung pada laga kandang di MIS. “Saya meminta mereka untuk bisa memahami ini,” harapnya.Apalagi kata Pardji dana yang dibutuhkan PSS mengarungi babak 16 besar membengkak dibandingkan taksiran semula. Awalnya manajemen memperkirakan PSS hanya akan menghadapi Persewon Wondama yang berkandang di Manokwari. Tapi sesuai hasil keputusan Komdis, Persewon justru dinyatakan kalah WO dari Persigubin Gunung Bintang. Akhirnya Persigubin lah yang berhak lolos mendampingi Persiwa Wamena sebagai wakil Grup 8.”Nah, Persigubin ini berkandang di Jayapura. Secara biaya perjalanan Jayapura jelas lebih mahal ketimbang Manokwari. Bedanya bisa Rp 2 juta per orang,” tegasnya. (nes/din)