JOGJA – Antrean panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bakal berkurang selama dua hari ke depan. Layanan normal diperkirakan baru akan berlangsung Sabtu (30/8) mendatang. Ini setelah Pertamina menyatakan kesiapan untuk melayani seluruh permintaan konsumen terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Perusahaan pelat merah tersebut tak akan memberlakukan pembatasan kuota di setiap SPBU. “Berapa pun permintaan dari konsumen, kami penuhi,” tandas Marketing Branch Manager Pertamina Jogjakarta-Surakarta Freddy Anwar, kemarin (27/8).Freddy memprediksi, kondisi di SPBU baru akan normal setelah dua hari ke depan. Sejak kemarin (27/8), truk tangki Pertamina dari Depo Rewulu sudah mulai menyalurkan BBM bersubsidi secara normal.”Kuota per hari di DIJ 1.500 kilo liter. Setelah ada kebijakan untuk memenuhi semua permintaan konsumen, tidak ada lagi kuota. Berapa pun kami penuhi,” tambahnya.Meski memastikan bakal antrean SPBU bakal normal, Freddy menegaskan hal tersebut tak terlepas dari sikap masyarakat. Konsumen atau masyarakat harus menyikapi dengan bijak. Tak perlu panik dengan membeli BBM jika belum habis.”Kalau masyarakat tidak panik, tiga hari ke depan (sejak kemarin) akan normal. Tidak ada antrean panjang,” lanjutnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) Rani Sjamsinarsi mengaku, sudah ada instruksi dari pemerintah pusat untuk memenuhi semua permintaan dari masyarakat. “Sekarang ada recovery. Prioritas kota (Jogja) dulu. Baru bergerak ke luar (kota),” terang Rani.Ia menegaskan, normalisasi ini dilakukan mulai kemarin. Dimulai dengan memenuhi semua permintaan konsumen di Kota Jogja, baru ke kabupaten lain di luar kota. “Sekarang (kemarin) baru bergerak. Truk di Depo Rewulu juga terbatas, jadi tidak bisa memenuhi semuanya sekaligus,” tandasnya.Rani menambahkan, untuk kuota di DIJ, rencananya hari ini Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan menggelar rapat dengan berbagai pihak. Rapat untuk menentukan kuota di DIJ. Juga terkait kebijakan pemerintah pusat terhadap kebutuhan BBM konsumen di DIJ.Selama ada pembatasan kuota ini, menurut Rani, sebenarnya BBM nonsubsidi malah mengalami peningkatan, bahkan lima kali lipat. “Semula 30 liter untuk Pertamax, per hari naik menjadi 150 ribu liter,” jelas Rani. Ini, lanjut Rani, menjadi indikasi masyarakat sudah banyak yang beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi. “Akan mengurangi subsidi yang mencapai Rp 300 triliun setiap tahunnya. Kalau untuk membangun, bayangno (bayangkan),” kelakar satu-satunya pejabat perempuan di DIJ yang mengurusi pembangunan ini.
Soal normalisasi pasokan BBM bersubsidi ini, General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIJ Subagjo Hari Moeljanto menambahkan, mulai Selasa malam (27/8) Pertamina telah memposisikan normal penyaluran BBM bersubsidi di daerah tertentu. Untuk normalisasi sendiri memerlukan waktu satu hingga dua hari ke depan.”Kami fokuskan untuk mengembalikan ke posisi normal dengan penambahan 25 persen untuk premium,” jelas Subagjo kepada wartawan saat melakukan peninjauan di SPBU Lempuyangan, Rabu (27/8).Dia menjelaskan, penyaluran akan dilakukan sesuai pada periode Januari-Juni 2014. Penormalan penyaluran disesuaikan dengan omzet masing-masing SPBU, sehingga setiap SPBU mendapatkan jatah berbeda.
Subagjo memaparkan untuk wilayah DIJ dan sekitarnya, stok premium yang ada di Terminal BBM Rewulu saat ini mencapai 32.000 Kilo Liter (KL). Sementara kebutuhan harian DIJ sebesar 1500 KL. Untuk stok solar sebanyak 22.000KL, dengan kebutuhan harian 350 KL. Stok pertamax jumlahnya 500KL. “Ketersedian stok yang ada aman. Untuk selanjut kami menunggu kebijakan dari pemerintah,” jelasnyaPertamina MOR IV Jateng DIJ mencatat penyaluran selama pengendalian (18-25/8), besarnya premium yang disalurkan 9394 KL dengan penyaluran normal 10.323 KL. Sedangkan untuk solar 4488 KL dengan penyaluran normal 5088 KL.Selama pengendalian, sambungnya, penyaluran Pertamax naik sebesar 27,2 persen, menjadi 285 KL dari sebelumnya 224,1. Dengan normalisasi yang telah dilakukan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir terjadi kekosongan. Sebab setiap kali ada permintaan dari SPBU, Pertamina siap memberikan pelayanan. “Kalaupun permintaannya sore, paginya terisi kembali. Kami harus menyesuaikan dengan sistem yang ada,” jelasnya. (eri/bhn/laz)