WONOSARI – Warga padukuhan Kenteng, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, kemarin (27/8) gempar. Salah seorang warganya, Alusius Suyadi, 75, meregang nyawa di pucuk pohon kelapa dengan kondisi terlilit tali tambang.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian bermula ketika korban sekitar pukul 5.30 pamitan dengan sang istri, Tuminem untuk memanjat batang pohon kelapa belakang rumah. Tinggi pohon kurang lebih 10 meter. Agar lebih aman, korban menggunakan peralatan berupa tali tambang. Namun Tuminen merasa heran, karena sudah cukup lama, suami tidak kunjung pulang. Bergegaslah dia mencari di belakang rumah. Tuminem pun terpernjat kaget, karena melihat sabit terjatuh di antara buah kelapa. Ketika menengadah ke atas, ternyata sang suami dalam kondisi menggantung dengan perut terlilit tali.Tuminem berteriak histeris. Warga di sekitar tempat kejadian berdatangan. Di antara mereka berusaha menolong, sebagian yang lain menghubungi petugas untuk dievakuasi. “Sebelum kejadian, sempat ngobrol dengan tetangga,” kata salah seorang tetangga korban, Sunar.
Proses evakuasi berjalan cukup lama. Dua orang petugas SAR dari PMI Gunungkidul harus naik ke atas pohon dan mengikat tubuh korban, lalu mengereknya ke bawah. Setelah berhasil dievakusi, petugas kepolisian dan dokter langsung melakukan visum luar. Tak lama kemudian, jenasah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kapolsek Karangmojo Kompol Saman mengatakan, korban diduga terpeleset saat memetik buah kelapa. Akibatnya, tali pengaman yang diikatkan di perut menyimpul erat, sehingga membuat korban tewas.”Penyebabnya murni karena kecelakaan. Namun sebelum ditemukan meninggal sempat mengeluh sakit di dada, kemungkinan memiliki riwayat sakit jantung juga,” kata Saman. (gun/jko)