SLEMAN – Sebanyak 16 organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas se-DIJ melaporkan Florence Sihombing ke Polda DIJ tadi siang, Jumat (29/8/2014). Mereka menilai status yang ditulis Florence di Path maupun Twitter telah melukai perasaan warga Jogjakarta.
Ke-16 ormas dan komunitas tersebut, Advokat Muda Yogyakarta (AMY), Dewan Muda Yogyakarta (DMY), DPD Granat DIJ, Komunitas RO Jogja, Foklar DIJ-Jateng, Rescue 920, Songsong Buwono, Kawula Mataram, RYM for Humanity, Gerakan Cinta Indonesia, Pramuka DIJ, K.A.K Ganjuran, Sawong Ganjuran, Yogya Bangkit, Pokdar Kamtibmas DIJ, dan Mataram Independent/The Maident (suporter sepakbola asli Jogja).
Enam belas komunitas dan ormas tersebut didampingi pengacara yang tergabung dalam AMY, Wisnoe Sabdono Putro SH, Angga Wijaya SH, Nanang Hartanto SH, Ryan Nugroho SH, dan Mahendra SH. “Kami menempuh jalur hukum atas kasus ini,” kata Wisnoe.
Kata Wisnoe, Florence dinilai telah melakukan tindak pidana terkait pasal 28 ayat 2 UU ITE junto pasal 311 KUHP junto pasal 157 KUHP. “Yang mana hal tersebut telah menimbulkan kebencian, luka hati pada masyarakat Jogja,” kata Wisnoe.
Dikatakan, wajib bagi negara menegakkan hukum tanpa pandang bulu. “Mendesak Polda DIJ cq Direskrimsus untuk segera melakukan penangkapan,” kata Wisnoe.
Sedangkan Florence telah meminta maaf atas curhatan di Path. Umpatan dan cacian netizen dialamatkan ke Florence.
Seperti diberitakan, pada Rabu (26/8/2014) Florence Sihombing menjadi pembicaraan di media sosial. Dia diduga menghina warga Jogja karena kesal antre BBM di SPBU Argolubang Lempuyangan tak memuaskannya. (iwa/OL)