BANTUL – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengaku telah mencatat rentetan pelanggaran yang dilakukan pengecer bensin maupun petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Beberapa sanksi pun telah dipersiapkan. “Hari ini (kemarin , Red) kami sudah memberikan teguran (kepada manajemen sejumlah SPBU),” terang Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta kemarin (28/8).Teguran disampaikan kepada SPBU yang melayani pengecer tanpa memiliki surat izin rekomendasi yang dikeluarkan Disperindagkop. Di samping itu, juga karena memberikan bahan bakar minyak (BBM) premium lebih dari 20 liter per hari.Langkah ini, telah disepakati dalam rapat koordinasi Disperindagkop, Hiswana Migas, Pertamina, dan pemilik SPBU. Kelalaian petugas saat memberikan pelayanan kepada pengecer merupakan tanggungjawab manajemen SPBU. “Sanksi terberat bisa berupa penonaktifan petugas yang lalai,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, petugas SPBU Diro, Pendowoharjo, Sewon lengah saat memberikan pelayanan kepada para pengecer. Petugas SPBU tidak melakukan pemeriksaan surat izin rekomendasi. Karena kelengahan ini pula, sejumlah pengecer nakal dapat membeli tanpa surat rekomendasi. Bahkan tidak sedikit yang membeli BBM premium dengan menggunakan dua jeriken. Sulis menambahkan, Disperindagkop akan mencabut surat izin rekomendasi para pengecer nakal. Bagi masyarakat diminta untuk melapor jika mengetahui pengecer yang menjual bensin eceran di atas harga toleransi Rp 8.000.(zam/din)