PURWOREJO – Petilasan Nyi Bagelen yang juga salah satu Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang berada di kecamatan Bagelen terbakar, Selasa (26/8) malam. Akibat kejadian itu kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100 juta.Api melalap bangunan utama petilasan hingga atap dan seluruh isinya. Bahkan atap bangunan yang konon terbuat dari kayu jati berusia ratusan tahun ikut terbakar hangus. Sebagian atap ambrol dan harus ditutup dengan terpal sementara waktu.Tidak ada yang tahu persis awal mula kebakaran. Namun diduga api berasal dari lampu minyak atau sentir yang lupa dimatikan oleh salah satu juru kunci usia memandu ritual. Dari keterangan para juru kunci dan warga sekitar mengaku tidak ada firasat apapun sebelum kejadian.
“Hanya angin besar bertiup saat musibah kebakaran itu terjadi,” ucap Tarso, 49, warga yang tinggal di dekat Petilasan Nyi Bagelen.Tarso menuturkan saat kejadian dirinya tengah berada di dalam rumah. Ia mendengar suara kentongan bersamaan dengan angin besar yang bertiup dan melanda wilayah Bagelen. “Selama musim kemarau 2014 belum pernah angin bertiup sekencang itu, saya sempat mbatin ada kejadian apa kok angin seperti ini, ternyata benar Petilasan,” tuturnya.Ketua Juru Kunci Petilasan Nyi Bagelen Mulato berpendapat lain, ia menilai peristiwa itu hanyalah insiden kebakaran biasa. Ia memastikan api berasal dari lampu minyak yang lupa dimatikan oleh salah satu juru kunci usai memandu ritual. “Terkait adanya orang yang mengaitkan kejadian sebagai pertanda zaman. Saya justru memahami ini sebagai sinyal yang baik, pesannya kita harus eling, waspada dan teliti dalam mengerjakan sesuatu,” tandasnya. (tom/ila)