WONOSARI – Tim identifikasi Polda DIJ melakukan pengecekan alat kelengkapan Indonesia Automated Fingerprint Identification System (Inafis) milik Polres Gunungkidul yang tersebar di 18 polsek. Diketahui kartu sidik jari tersebut sebagian besar tidak berfungsi. Bahkan di antaranya justru dibiarkan utuh seperti sedia kala.Kepala Seksi Identifikasi Polda DIJ Kompol Sugiyono mengatakan peralatan identifikasi tersebut sudah kedaluwarsa. “Nanti akan langsung mengajukan penggantian (Inafis) ke Mabes Polri,” kata Sugiyono kemarin (28/8).Dijelaskan Sugiyono alat Inafis itu tidak digunakan lantaran anggota reskrim di polsek lebih memilih meminta bantuan dari tim identifikasi polres untuk menangani kasus kejahatan. “Perlengkapan yang sudah kedaluwarsa itu nanti akan segera ditarik dan diganti baru,” terangnya.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemeriksaan senjata. Sebanyak delapan pucuk senjata api (senpi) milik anggota terpaksa ditarik divisi profesi dan pengamanan (propam) karena surat izin sudah kedaluwarsa. Untuk bisa menggunakan kembali, petugas yang bersangkutan diminta melakukan tes psikologi ulang.Kanit Humas Polres Gunungkidul Ipda Ngadino mengatakan pemeriksaan senjata bakal digelar selama dua hari, mulai kemarin dan besok (hari ini). Pemeriksaan pertama untuk seluruh anggota polsek dengan jumlah senjata 102 unit. “Hari kedua untuk anggota mapolres berjumlah 103 unit,” terangnya.Dia menjelaskan senpi milik anggota kepolisian diperiksa mulai dari kondisi fisik dan kelengkapan surat. Dari 102 senjata milik anggota polsek, delapan unitdiketahui surat izin memiliki (SIM) senpi kedaluwarsa. Senjata tersebut langsung masuk gudang.
“Hari ini kita melakukan pemeriksaan senjata bagi anggota yang bertugas di polsek. Total ada delapan yang izinnya mati. Langsung ditarik oleh anggota Propam. Sementara satu unitdititipkan ke Propam,” kata Ngadino.Bagi anggota yang senjatanya ditarik, nanti bisa kembali menggunakan asal lulus ujian psikologi. Namun jika tetap tidak lulus, secara otomatis akan digudangkan. Menurut dia, pemeriksaan senjata rutin digelar ini bertujuan memastikan semua anggota polisi pemegang senjata merawat pinjaman alat penunjang kerja. “Selain itu juga untuk mencegah penyalahgunaan oleh anggota,” kata Ngadino. (gun/ila)