TENTU pembaca masih ingat nasib Sermadatar Ikhsan. Ia dikembalikan melalui upacara pemberhentian dengan tidak hormat yang dilaksanakan di Lapangan Pancasila Akmil. Pelepasan ke mayarakat dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi.Sudah banyak yang tahu, Akmil dikenal memiliki standar tinggi dalam pendidikan. Alasannya, lulusan akademi ini diplot menjadi perwira angkatan darat (AD) di negeri ini. Kamis (28/8), satu lagi Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang diberi sanksi. Siswa tersebut merupakan Taruna Tingkat IV atau berpangkat Sermatutar. Ia diberhentikan dengan tidak hormat dan dikembalikan ke masyarakat.Upacara pemberhentian dilaksanakan di Lapangan Pancasila Akmil dipimpin Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi serta dihadiri para Pejabat Distribusi Akmil.
Adapun yang diberi sanksi Akmil adalah Sermatutar Kharis Eko Novianto dengan Nomor Akademi 2010.078. ia diberhentian dengan tidak hormat karena tidak memenuhi aspek kepribadian, berdasarkan hasil Sidang Dewan Akademik, pada 27 Agustus 2014.”Belum genap satu bulan saya memimpin upacara semacam ini, yaitu pada 12 Agustus 2014, untuk memberhentikan dengan tidak hormat salah satu Taruna Tingkat III Sermadatar Ikhsan. Pada hari ini Taruna Tingkat IV atas nama Sermatutar Kharis Eko Novianto Nomor Akademi 2010.078 mengalami hal serupa dengan kasus yang sama juga. Yaitu, aspek sikap perilaku/asusila,” papar Sumardi.Dikemukakan, pelanggaran yang dilakukan taruna karena tindakan asusila benar-benar tidak diharapkan. Karena di Akmil merupakan pemuda-pemudi terpilih yang dibentuk mental dan moralnya agar memiliki pendirian yang kuat, jiwa tegar, dan sikap perilaku yang tanggon, serta tidak melakukan hal-hal yang diluar batas kepatutan sebagai taruna/taruni.
“Upacara pemberhentian taruna, hakikatnya merupakan bentuk hukuman disiplin atas pelanggaran fatal yang bersifat prinsip dan tidak bisa lagi ditolerir lembaga Akademi Militer. Demi tegaknya hukum serta aturan dan norma-norma yang berlaku, upacara ini harus dilaksanakan agar pelanggaran semacam ini tidak dilakukan oleh para taruna lainnya dan tidak akan pernah terjadi lagi,” harapnya.Dijelaskan, menegakkan aturan yang berlaku di Akmil yang merupakan lembaga pendidikan perwira adalah mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini dilakukan dengan tujuan agar taruna yang diproyeksikan sebagai calon pimpinan TNI Angkatan Darat (AD), bahkan pimpinan bangsa di masa depan mempunyai disiplin tinggi. Sehingga bisa dijadikan suri tauladan bagi anak buah dan masyarakat di tempat bertugas nantinya.
Pesan Gubernur Akmil pada pengasuh, agar lebih meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap para taruna. Ia meminta mereka memberikan arahan dan pemahaman tentang aturan dan norma-norma yang berlaku sesuai Perduptar maupun Perkhustar menyeluruh. Agar tumbuh kesadaran dan pemahaman yang utuh, pentingnya mentaati segala peraturan di dalam kehidupan taruna/taruni.”Peristiwa ini hendaknya dijadikan pelajaran, sekaligus momen memacu motivasi dalam mentaati aturan dan norma yang berlaku agar para taruna/taruni menjadi perwira yang memiliki sikap Budhi Bhakti Wira Utama” katanya.(*/hes)