JOGJA – Seperti hanlnya dunia mode, dunia tata rias pun berkembang menyesuaikan kebutuhan dan minat masyarakat. Itu juga berlaku untuk tata rias pengantin. Di hari istimewanya, sang pengantin tentu ingin tampil maksimal. Ingin tampil cantik dan terbaik. Bahkan hingga “manglingi”. Salah satu pilihan untuk tata rias pengantin yang kini sedang diminati yakni tata rias pengantin modifikasi atau modern. “Tata rias modifikasi ada karena kebutuhan,” ujar Sekjen DPP Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia (Katalia) Pusat Aa Sudarsono saat pelantikan pengurus Katalia DIJ, di Griya Ratu Busana Jogokaryan kemarin (28/8).
Karena itulah, para peñata rias pengantin terus berinovasi untuk memnuhi kebutuhan itu. Namun, tanpa harus meninggalkan tata rias tradisional yang sudah diwariskan dari leluhur.Menurutnya, setiap ahli tata rias pengantin diharapkan memang terlebih dahulu menguasai tata rias tradisional, sebelum akhirnya dia menginjak pada tata rias modifikasi. Alasannya, tata rias modifikasi pun dasarnya merupakan tata rias tradisional yang kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan para calon pengantin.Namun demikian, tetap ada kriteria yang harus dipahami oleh semua piñata rias pengantin modifikasi. Untuk standardisasi itulah, maka ada uji kompetensi. Sehingga tata rias pengantin modifikasi yang dihasilkan benar-benar mewakili si calon pengantin, tanpa harus berlebihan dan terkesan fantasi. “Misalnya untuk tata rias pengantin modifikasi, rias wajah tidak usah terlalu tebal dan menor. Karena menyesuaikan juga kaidah agama yang ada,”ujarnya.
Menurutnya, tata rias pengantin modern memang yang sedang digemari masyarakat. Untuk itu para peñata rias pengantin harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan keterampilan dan keahlian yang memadai.Public Relation Katalia DIJ Agiel Kananta menambahkan, untuk menambah wawasan para perias pengantin modifikasi, dalam acara pelantikan ini digelar juga demo dan pegelaran tata rias pengantin modifikasi dengan lima tema berbeda. “Modifikasi rias pengantin muslim, modifikasi rias pengantin Bali, modifikasi rias pengantin Melayu, modifikasi rias pengantin Bugis dan modern nusantara,”ujar Agiel.Katalia ke depan akan terus menjadi wadah bagi para piñata rias pengantin modifikasi dan modern untuk saling bertukar pengalaman dan menjalin kerjasama. “Sekarang sudah ada wadahnya, tentu saja ini hal positif agar tata rias pengantin modifikasi dapat berkembang seusuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Agiel.(dya/din)