SLEMAN – Berhasil membekuk dua pelaku pembunuhan terhadap seorang sopir di Panggang, Gunungkidul 20 Agustus lalu, tidak membuat tim pemburu Polda DIJ puas. Kemarin, jajaran Polda DIJ kembali berhasil membekuk satu pelaku lagi. Sehingga jumlah sementara tersangka pembunuhan di perbatasan Kunungkidul-Bantul itu menjadi tiga orang.Tiga tersangka tersebut, masing-masing EK alias Kodok warga Sentolo, B alias Bina alias Mus warga Sentolo, dan Nat alias Udin. Untuk Nat tidak terlibat secara langsung dalam aksinya di Gunungkidul. Ia hanya terlibat kasus curanmor bersama Mus di beberapa wilayah.
Saat ini, petugas masih mengejar tiga tersangka lainnya yang diduga terlibat kasus di Gunungkidul itu. “Tiga tersangka lain yang diduga terlibat pembunuhan, saat ini sedang dilakukan pengejaran ke Surabaya. Inisialnya Brm, Gtt, dan Bbn,” kata Wadir Reskrimum Polda DIJ AKBP Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan, kemarin (28/8).Dari hasil penyidikan, ketiga tersangka terindikasi melakukan aksi curas, namun dari catatan kepolisian, mereka lebih banyak beraksi terhadap kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) dan curanmor. Mereka kerap beraksi di wilayah hukum Polda DIJ.Selain membekuk para tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, uang sejumlah Rp 450.000, satu buah senjata api mainan, dan beberapa peralatan pendukung lainnya.
Djuhandhani menguraikan, tersangka terlibat aksi perampokan terhadap Achamd Robadi dan kernet truk Ahmad Saiful Azis. Peristiwa bermula saat korban hendak mengantar uang Rp 18,5 juta untuk pembelian kronjot besi ke Palbapang, Bantul, atas perintah Slamet Pinuji, pada Rabu (20/8).Korban menggunakan truk bernopol R 1523 KB, kemudian bertemu di tempat yang disepakati. Korban diajak ke wilayah Bantul, sedangkan Faisal ditinggal bersama mobil truk dan uang untuk membeli kronjot. Selang beberapa menit, sekelompok orang mendatangi Faisal dan menyuruhnya untuk menjemput Robandi.Dalam perjalanan, ternyata mobil truk mengarah ke Gunungkidul. Truk kemudian dihentikan, sedangkan Faisal langsung dianiaya oleh pelaku. Sementara uang Rp 18,5 yang hendak digunakan membeli kronjot pun raib.
“Laporan kernet inilah yang menjadi dasar pengungkapan kasus pembunuhan korban yang ditemukan jasadnya di Bantul,” imbuhnya.Selain pengungkapan kasus tersebut, Satgas Curas Polda DIJ bersama jajaran satwilnya juga meringkus dua tersangka berinisial Pyt warga Karanganyar, dan Bs warga Kudus. Keduanya terlibat dalam kasus curas yang terjadi di Sleman pada April 2014 lalu. Pada saat kejadian waktu itu, modusnya para pelaku melakukan aksi pencurian dengan menyewa kendaraan rental dan sopirnya. Kemudian, dalam perjalanan, pelaku membius sopir, sedangkan mobil rental dibawa kabur.”Di wilayah DIJ, mereka sudah beraksi sebanyak tiga kali. Kelompok ini juga beraksi di wilayah Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujar Djuhandhani.Dari sekian TKP lintas Provinsi, tersangka sudah mengelabui korban rental sebanyak 11 kali. Pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa Polda di Indonesia terkait aksi kelompok tersebut. (fid/jko)