DI ANTARA 55 anggota DPRD DIJ yang dilantik kemarin (1/9), ada satu orang yang mendapatkan pengawalan ketat dari dua petugas kepolisian berseragam preman. Ia adalah Setyo Wibowo, wakil rakyat yang terpilih mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Gunungkidul.Sosok yang lebih akrab disapa dengan Bowo Gaplek ini memang tengah menghadapi masalah hukum. Ia disangka melakukan penipuan dan penggelapan dana Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI).Saat pelantikan, Bowo datang lebih awal. Sekitar pukul 09.30, polisi yang membawa Bowo tiba di kantor DPRD DIJ menggunakan Toyota Avanza metalik. Ada empat petugas yang mengawal. Dua berseragam preman, dua lagi mengenakan seragam dan bersenjata laras panjang.Bowo pun tak melewati pintu ruang rapat paripurna seperti tamu umum. Ia melewati pintu samping kiri yang sebelumnya menjadi ruang Fraksi Partai Demokrat. Dua petugas kepolisian yang tak berseragam sipil mengawalnya. Mereka pun turut mengikuti rapat paripurna istimewa pelantikan dan pengambil sumpah jabatan.
Kedua petugas itu duduk di sebelah kiri. Tempat keluarga dari wakil rakyat. Sedangkan Bowo Gaplek duduk di kursi paling ujung di antara tujuh wakil rakyat dari Partai Gerindra. Bowo juga mengikuti pengambil sumpah jabatan dan pelantikan. Sedangkan kedua petugas menunggu di kursi tempat awal mereka duduk. Itu dilakukan sampai acara pemberian ucapan selamat dengan bersalaman dari pejabat dan keluarga.Usai pelantikan, kedua petugas yang mengawal menghampirinya. Mereka menunggui Bowo Gaplek untuk ikut foto bersama di halaman depan kantor DPRD DIJ. “Saya yakin tetap akan menjadi dewan (tidak di-recall),” kata Bowo sembari berjalan menuju halaman depan.
Di sini, Bowo mulai menumpahkan curahan isi hatinya. Ia mengaku jika kasus pidana yang menjeratnya tersebut merupakan politisasi. “Pasti ada yang menunggangi, ini kepentingan politik tertentu,” tandasnya.Ia beralasan, dari ketiga pelapor sudah ada satu yang menarik laporan. Ia menyebut Suparno. “Suparno telah menyatakan damai dengan membuat surat pernyataan jika masalah ini dianggap selesai,” ujarnya.Beberapa saat menanggapi permintaan wawancara dari wartawan, Bowo lalu mengeluarkan rokok di balik sakunya. Ia pun sempat mengikuti foto bersama dan menandatangangi berita acara.Kemudian, ia masuk meminta waktu untuk berfoto bersama istri di lobi dewan. Sekitar lima menit, kedua petugas yang mengawalnya memintanya mengakhiri pertemuan dengan sang istri. Bowo pun berpamitan dan berjalan ke pintu belakang rapur.
Selama berjalan menuju mobil yang mengantarnya, ia kembali menegaskan, jika dirinya tak bersalah. Ia pun tak tahu berapa utangnya. “Saya sendiri bingung, apa yang dipermasalahkan,” jelas wakil rakyat yang diperiode 2009-2014 tak sempat menuntaskan tugas karena di-recall PAN selaku pengusung.Ketua DPD Gerindra DIJ Brigjen (Purn) Nuryanto menjelaskan, keputusan Bowo akan ditentukan dalam sidang komite etik pekan depan. “Minggu depan, sidang komite etik ketiga dan terakhir. Nanti akan diputuskan nasib Bowo,” tambah pria yang akrab disapa Romo Nur ini. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIJ Drajad Ruswandono mengaku, pihaknya memang mengajukan peminjaman Bowo ke Polda DIJ. “Kalau dilantik di tahanan, kami harus menggelar rapat paripurna istimewa kembali,” terang Drajad. (eri/laz)