MUNGKID – Ada pemandangan berbeda saat melintas Jalan Blabak-Sawangan. Tepatnya di Dusun Tumpang, Desa Sawangan. Di desa yang masuk Kecamatan Sawangan ini, pohon pisang tumbuh di ruas jalan yang rusak. Pohon pisang ditanam oleh masyarakat setempat. Mereka menanam sebagai aksi protes warga, terkait mengelupasnya aspal jalan yang ada.Pohon pisang setinggi satu meter lebih itu ditanamutuh, meksi daunnya sedikit menguning. Agar tetap berdiri, merekan menimbun pohonnya dengan sisa-sisa aspal yang mengelupas. Di sekitar pohon pisang juga terlihat beberapa lubang yang menganga. Sukir, penduduk setempat menyatakan, pohon pisang itu sengaja di tanam masyarakat setempat. Penanaman itu sebagai kritik pada pemerintah yang belum juga memperbaiki rusaknya jalan tersebut.”Beberapa orang menaman pohon itu. Pohon pisang ditanam agar pengendara tahu, kalau ruas jalan itu rusak,” ungkap Sukir kemarin (3/9).
Menurut Sukir, penanaman pohon pisang itu dilakukan saat banyaknya kecelakaan di sekitar lokasi. Beberapa hari lalu, ada tiga kecelakaan beruntun di depan rumahnya, karena kondisi jalan yang rusak. “Jadi, adanya pohon pisang ini agar pengendara bisa berhati-hati,” imbuhnya. Selain ruas jalan rusak, pada malam hari kondisi lokasi kecelakaan minim penerangan. Sehingga, pengguna jalan yang tidak terbiasa melintas, bisa terjungkal di sekitar jalan yang berlubang. Ia tidak mengetahui persis, mengapa rusaknya jalan menuju objek wisata Keteb Pass belum diperbaiki. Padahal, rusaknya ruas jalan sudah terjadi beberapa waktu.”Jika ditambal, tidak selang lama jalan rusak lagi. Mungkin banyak truk pasir yang sering melintas,” katanya.
Pantauan koran ini di lapangan, rusaknya jalan tidak hanya di desa tersebut. Di jalur Blabak-Sawangan, pengguna jalan bisa menemui lebih dari 10 titik jalan yang rusak. Ada ruas jalan yang mengelupas hingga bergelombang. Bahkan, pada titik-titik tertentu, rusaknya ruas jalan memaksa pengguna jalan harus bergantian dengan pengguna jalan dari arah lawan untuk melintas.”Semestinya pemerintah harus bertindak cepat. Selain jalur ekonomi, jalur Blabak-Sawangan merupakan jalur menuju objek wisata Keteb Pass yang sering dikunjungi wisatawan,” kata Yanto, pengguna jalan lain.Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Energi, dan Sumber Daya Alam (DPU ESDM) Kabupaten MagelangDavid Rubiyanto menjelaskan, jalur Blabak-Sawangan merupakan jalur yang beberapa waktu sudah diperbaiki. Perbaikan ruas jalan dilakukan bertahap dengan cor beton. Alokasi dana itu menelan anggaran Rp 7 miliar.”Meski begitu, jalur itu merupakan jalur provinsi sehingga wewenang perbaikan ada di Provinsi Jateng. Saat rapat di Bakorwil Solo, Kepala Dinas (DPU ESDM) sudah melaporkan rusaknya jalan itu,” katanya.(ady/hes)