JOGJA – Hari ini, tim tertua di DIJ, PSIM Jogja genap berusia 85 tahun. Banyak harapan yang digantungkan pada tim berjuluk Laskar Mataram ini untuk kompetisi yang akan datang. Terutama soal kualitas tim yang seharusnya makin kompetitif saat berlaga di komeptisi Divisi Utama Liga Indonesia.Harapan besar langsung diutarakan kelompok suporter PSIM yang sudah berdiri sejak tahun 2004, Brajamusti. Dalam press release yang dikirimkan Presiden Brajausti Eko Satriyo Pringgodani, Brajamusti sangat berharap prestasi PSIM lebih baik di kompetisi Divisi Utama musim depan.Menurut Eko, sebenarnya penampilan PSIM musim ini sudah sangat bagus. Berangkat dengan materi pemain muda, Laskar Mataram menjadi penantang serius perebutan tiket 16 besar dari Grup 5.
Sayangnya, kekalahan dari Persinga Ngawi di laga terakhir membuat tim besutan Seto Nurdiyantara ini harus rela finis di posisi empat. Tiket 16 besar pun jatuh ke tangan PSS dan Persinga. “Ini disebabkan tim yang kurang siap. Karena itulah saya berharap tim ini lebih siap lagi pada kompetisi yang akan datang. Tentunya kami ingin prestasi PSIM meningkat di musim depan,” paparnya.Eko juga meminta agar materi tim PSIM musim ini dipertahankan. Dia percaya suatu saat pemain-pemain muda yang ada di PSIM saat ini dapat membawa Laskar Mataram ke level tertinggi. Bahkan bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang PSIM berlaga di ISL.Eko percaya dengan kinerja tim pelatih yang dipimpin Seto Nurdiyantara. Terbukti, di tangan Seto dan jajarannya mental bermain penggawa PSIM selalu hebat sekalipun berlaga di kandang lawan. “Tentunya saya juga ingin materi tim seperti ini dipertahankan. Sebab kami sangat puas dengan kinerja anak-anak muda yang dilatih oleh Mas Seto,” jelasnya.Yang tidak boleh dilupakan, kata Eko manajemen PSIM tidak boleh lupa membayarkan seluruh tunggakan pada pemain dan pelatih. Ini agar kepercayaan pada PSIM tidak memudar pada musim mendatang.
Ketua Umum (Ketum) The Maident Hari Santoso berharap HUT PSIM ke 85 ini menjadi momentum Laskar Mataram melangkah ke arah lebih baik. Dia juga berharap acara ini dapat menggugah kesadaran para pengusaha Jogja peduli pada PSIM. Menurutnya, krisis yang dialami PSIM saat ini juga disebabkan kurang pedulinya “konglomerat” Kota Gudeg pada Laskar Mataram. “Saya juga berharap pengusaha Jogja tergugah untuk membantu PSIM. Selama ini PSIM memang kurang dukungan dari “orang kaya” di kota ini,” sergahnya.Ketua Panitia HUT PSIM ke 85 Dessy Arfianto mengatakan, dengan keadaan PSIM yang seperti ini acara bakal diadakan secara sederhana. Meskipun begitu panitia tetap mengundang para sesepuh PSIM serta pemain dan pelatih. “Yang kami undang cukup banyak. Sesepuh, pemain dan pelatih bakal kami undang. Juga para suporter diharapkan kehadirannya,” jelas mantan sekretaris PSIM tersebut. (nes/din)