MAGELANG – Film berjudul “Pagi” yang disutradarai Syamarda Swandhika berhasil menjadi yang terbaik dalam kompetisi film indie bertajuk Magelang Film Festival (Maffest) 2014. Film yang diproduksi ISI Jogjakarta ini berhasil membawa pulang empat penghargaan dari tujuh nominasi yang dinilai. Pengumuman pemenang dilaksanakan Bengkel Seni Management di Area Water Torn Alun-alun Kota Magelang, Sabtu malam (6/9).”Dari sekian film yang masuk, kami pilih lima film sebagai nominasi. Judul ‘Pagi’ menjadi yang terbaik,” kata Ketua Bengkel Seni Management, Kuri.Diungkapkan Kuri, sebanyak 80 film dari seluruh penjuru tanah air masuk sebagai peserta dan dipilih tujuh juara dari tujuh kategori. Para juara membawa pulang ‘Piala Paku Tidar’ yang terbuat dari fiber berwarna putih. Mereka dipilih dewan juri yang terdiri dari Hartanto, pemilik Grabag TV yang juga Dekan Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Bambang Hengki (Ketua Komite Film Dewan Kesenian Jawa Tengah, yang juga produser beberapa film dokumentasi, serta Bagyo (IKJ).”Selain menjadi film terbaik, Pagi menyabet juara untuk penyutradaraan terbaik dan aktor terbaik atas nama Dwi Purnama,” imbuh Kuri.
Film Pagi bercerita seputar kehidupan waria dan anak angkatnya. Setting yang digunakan seputaran Daerah Istimewa Jogjakarta.Selain Pagi, film Sang Pembawa Pesan dinilai sebagai skenario dan editing terbaik. Sedang film Thieves meraih predikat untuk sinematografi terbaik. Untuk aktris terbaik diraih Gadis Basalamah melalui film Fragile. Para pemenang membawa pulang Piala Paku Tidar dan uang pembinaan yang totalnya bernilai jutaan rupiah.Diakui Kuri, butuh perjuangan panjang guna menyukseskan Maffest yang ketiga tersebut. Kerja keras itu berbuah manis, saat banyak sineas muda tanah air yang antusias mengirimkan karyanya, termasuk dari Magelang yang mengirimkan dua karya. Yaitu, berjudul 3 Kurir dan Dying Message.”Awal kami mengadakan festival film pada 2012 hanya sembilan karya dan naik menjadi 14 karya di 2013. Sekarang mencapai 80 karya. Sungguh jumlah yang banyak dan kami bangga bisa menyelenggarakan ini. Sayang, film dari Magelang belum meraih juara,” katanya.
Malam penganugerahan Maffest disaksikan ratusan penonton dari seluruh Magelang dan sekitarnya. Selain pengumuman juara, diisi pentas tari oleh Bengkel Seni Untidar dan musikalisasi puisi oleh Munir Syalala.Turut hadir, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang Hartoko yang mewakili Wali Kota Sigit Widyonindito. Hartoko menyampaikan apresiasinya pada usaha kreatif para pemuda Magelang.”Pemerintah bangga dengan upaya anak-anak muda menggaungkan film indie di Magelang, khususnya Kota Magelang. Kompetisi ini penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas para sineas ke depan. Kami harap, ke depan diadakan lagi,” katanya.(dem/hes)