JOGJA – Usaha kuliner terutama restoran di Jogjakarta semakin kompetifi. Hanya beberapa restoran yang memiliki pengunjung setia dari waktu-ke waktu. Salah satunya adalah Bale Ayu resto. Memasuki usia ketiga, manajemen Bale Ayu mencoba mendekatkan diri dengan karyawan dan masyarakat yang selama ini menjadi konsumennya. Pemilik Bale Ayu Hadi Karyanto mengatakan, pada ulang tahun ketiga ini, manajemen menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Seperti jalan sehat bersama karyawan, lomba melukis mewarnai, donor darah, dan puncaknya perayaan ulang tahun berupa potong tumpeng. Jalan sehat dan donor darah diperuntukan bagi karyawan Bale Ayu yang jumlahnya mencapai 300 orang. Untuk lomba menggambar dan mewarnai, diperuntukan bagi masyarakat umum. Khususnya anak-anak. Pada para juara, panitia memberikan piala dan sejumlah penghargaan. “Tidak hanya itu, kami juga mengundang 40 anak yatim untuk merasakan perayaan kami. Mereka mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai,” kata Hadi saat ditemui Radar Jogja, kemarin (14/9). Menurut Hadipada ulang tahun ketiga ini, manajemen ingin mempererat hubungan dengan karyawan dan sejumlah relasi. Pada puncak acara yang digelar Minggu malam (14/9), sejumlah instansi hadir dalam perayaan tersebut. Seperti Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, asosiasi agensi perjalanan, dinas pariwasata, dan sejumlah relasi lain. “Kami berharap bisa menjadi salah satu ikon kuliner di Jogjakarta. Terutama yang mengedepankan menu gurame. Saat ini, ada 20-an lebih variasi menu gurame,” jelasnya. Selama tiga tahun, Bale Ayu Group telah memiliki cabang di Jakarta. Sedangkan anak usaha lain, yaitu Bale Bebakaran juga ada di Jogjakarta dan Jakarta. Untuk Bale Bebakaran, segmentasi yang dituju adalah mahasiswa. Sebab paket yang ditawarkan lebih eknomis. Meski begitu, soal citarasa tidak berbeda dengan yang ada di Bale Ayu. Saat disinggung harapan Bale Ayu ke depan, Hadi ingin restorannya berkembang dan memiliki sejumlah cabang baru. “Kami berharap setiap tahun bisa membuka cabang baru,” tegasnya.(bhn/hes)