Istri Empat, Terlilit Utang
WONOSARI – Polisi melakukan rekonstruksi perampokan berujung pembunuhan terhadap sopir truk Ahmad Robadi, 55, di halaman Mapolres Gunungkidul kemarin (16/9). Rekonstruksi dilakukan sejak pagi dengan memperagakan 18 adegan. Dalam reka ulang ini, tergambar kegiatan menyusun rencana hingga peristiwa pembunuhan. Sebelum kejadian menimpa korban, otak perampokan Priyono alias Penthung, 35, warga Pureng, Ngentakrejo, Kulonprogo menyusun strategi, yang diawali dengan mencari order pembelian kronjot besi. Waktu itu, Priyono berhasil menghubungi calon pembeli Slamet Pinuji, warga Kebumen, Jawa Tengah. Uang pembelian sebesar Rp 18 juta diantar oleh Ahmad Robadi (sopir) dan Ahmad Saiful Azis (kernet). Dari situ, kemudian Priyono menyusun rencana perampokan dengan melibatkan empat orang, masing-masing Eko Purwanto,29, Mustangin,35, Tito (buron) dan Joko (buron). Saat eksekusi, Priyono justru tidak ikut. Sebelum akhirnya melakukan pembunuhan, keempat pelaku bertemu dengan korban di wilayah Imogiri. Setelah itu, sopir dibonceng sepeda motor ke arah Kecamatan Panggang. Sesampai di Desa Girisuko, salah seorang pelaku menyiramkan minuman keras jenis ciu bercampur cabai ke arah wajah korban. Korban berteriak kesakitan dan sempat menggigit tangah salah satu pelaku. Pelaku lainnya kalap menganiaya dengan cara memukul dengan menggunakan tangan kosong dan batang kayu hingga tewas. Para pelakumencari uang di tubuh korban, namun tidak ditemukan. Panik, mereka membuang mayat korban ke lahan kosong di wilayah Selopamiyoro, Imogiri, Bantul. Lalu bergegas menjemput kernet truk Ahmad Saiful Aziz dan membawanya ke wilayah Panggang dan mengambil uang senilai Rp 18,5 juta. Sang kernet dianiaya dan dibiarkan tergeletak. Uang hasil perampokan dibagi para pelaku dengan jumlah yang berbeda-beda. Khusus otak pembunuhan Priyono mengambil jatah Rp 2,5 juta. Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi mengungkapkan, rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas penyidikan sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari. “Rekontruksi dilakukan untuk mensinkronkan keterangan yang disampaikan para pelaku, apakah sesuai dengan kejadian di lapangan,” kata Suhadi. Otak pelaku perampokan Priyono di sela-sela rekonstruksi mengaku tidak ikut beraksi di lapangan. Warga Desa Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo tersebut menjelaskan, usai kejadian mendapat jatah uang senilai Rp 2,5 juta. “Uang untuk bayar utang,” ucap pria yang mengaku beristri empat ini. (gun/jko)