Penangkapan Terduga Teroris Tindaklanjut Kerja Sama Intelijen-BNPT

JOGJA – Penggrebekan terduga teroris oleh Densus 88 di Purworejo beberapa hari lalu, bukan sebagai bukti kelengahan TNI. Tapi sebaliknya, hasil tersebut merupakan tindaklanjut intelijen bekerja sama dengan Badan Nasional Pe-nanggulangan Terorisme (BNPT). Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah menegaskan, masuknya terduga teroris jaringan Nurdin M. Top tersebut, bukan karena kelengahan aparat penegak hukum. Sebab, ada prosedur tetap (Protap) intelijen yang bergerak menelusuri jaringan terorisme di Indo-nesia.
Sehingga dipastikan, penangkapan terduga teroris di Purworejo tersebut merupakan tindaklanjut dari pene lusuran intelijen. “Saya rasa bukan kecolongan. Toh selama ini intelijen selalu bergerak menelusuri keberadaan jaringan terorisme di Indonesia,” kata Danrem kemarin (22/9). Danrem menegaskan, penangkapan terduga teroris itu merupakan bagian dari BNPT bersama intelijen yang bekerja terus menerus membongkar jaringan terorisme di Indonesia.
Sebelumnya, warga Kabupaten Purworejo dikejutkan oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang melakukan operasi penangkapan di wilayah Ke-lurahan Pangenrejo, Kecamatan/Kabu-paten Purworejo, Selasa (16/9) dini hari. Tim Densus 88 yang dipimpin AKBP Alex menjemput paksa Arif Suharto, 42, alias Nur Candra, warta RT 1 RW 6, Kelurahan Pangenrejo. Saat itu Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu melalui Wakapolres Kompol Elfian Rudi Harmoko mem-benarkan hal itu. “AS ditangkap karena diduga terkait dengan jaringan terorisme,” ujarnya.
Dalam pembahasan lain, Danrem menyikapi gerakan radikalisme yang ber-kembang di Indonesia. Pihaknya mengungkapkan bahwa saat ini tengah terjadi warm peace. Pola kejahatan sekarang lebih pada strategi melumpuhkan musuh dengan cara damai. Kondisi inilah yang harus disikapi dengan strategi jitu. “Salah satunya bagaimana pola pen-didikan dibenahi. Ideologi kebangsaan juga terus ditingkatkan. Saya rasa itu salah satu formula yang baik me nyikapi persoalan yang berkembang saat ini,” jelasnya. (fid/jko/nn)