Soal Pemilihan Pemain dan Masalah di Tubuh Persiba

BANTUL – Setelah terdegra-dasi ke Divisi Utama musim 2015, kelompok suporter Pa-serbumi sempat menyatakan keinginannya agar Persiba Ban-tul segera kembali ke Indone-sian Super League (ISL). Ten-tunya, untuk mencapai keingi-nan tersebut tim berjuluk Las-kar Sultan Agung harus me-nyiapkan skuad kompetitif.Tetapi untuk membuat skuad yang kuat, manajemen Persiba wajib menyiapkan dana yang tidak sedikit. Padahal, setelah tidak diperbolehkannya lagi dana APBD di sepak bola pro-fesional, Laskar Sultan Agung selalu mengalami krisis finan-sial. Tiga musim terakhir, pra-hara gaji pemain sangat akrab dengan Persiba.
Karena itulah bisa atau tidaknya Persiba membuat tim solid tentu berada dalam tanda tanya. Bahkan beberapa waktu lalu muncul kabar kalau Persiba akan mengikuti jejak sang saudara tua PSIM Jogja yang memberikan porsi sangat besar untuk pemain daerah sendiri.Lurah Paserbumi Anom Su-roto mengakui jika dirinya ingin melihat Persiba seperkasa kala menjua-rai Divisi Utama 2010/2011. “Ya kalau bo-leh jujur saya sangat ingin Persiba se-perti tiga ta-hun lalu. Ma-teri pemain bagus dan bisa ju-ara Divisi Utama,” jelasnya.
Tetapi bila akhirnya manajemen memutuskan lebih mengguna-kan banyak pemain lokal pria yang akrab disapa Gepeng ini mengaku tidak masalah. Kata dia yang terpenting gaji pemain di musim depan lebih tertib. Sebab Paserbumi sudah bosan mendengar parahara demi pra-haa yang berkecamuk dalam tim Laskar Sultan Agung.Lagipula kata Anom, banya-knya pemain lokal belum tentu membuat kualitas tim Persiba buruk. Apalagi Bantul pernah menghasilkan pemain-pemain berkelas seperti No-pendi dan Johan Manaji. “Saya sih materi pemain seperti apa terserah manajemen musim depan saja. Mau lokalan atau yang bagus terserah. Yang pen-ting buat saya jangan sampai gaji pemain telat-telat lagi,” katanya.
Anom pun optimistis di musim depan keuangan Persiba jauh lebih baik. Sebab dengan bermain di Divisi Utama, biaya operasio-nal tak terlalu besar. Pasalnya, pertandingan tandang tak akan dilakoni pada wilayah yang jauh. “Paling nanti grup kami kan hanya tim-tim Jawa. Jadi saya sangat yakin sekali keuangan Persiba tak akan separah tiga musim belakangan,” jelasnya.Manajer Persiba Hanung Ra-hardjo mengaku belum men-gonsep materi pemain untuk musim depan. Ia menaksir, pa-ling cepat Divisi Utama musim depan baru dimulai pada Fe-bruari. “Ya untuk materi tim itu nanti dulu lah. Kami fokus me-nyelesaikan masalah-masalah pada musim 2014 dulu. Tentu saya berharap musim depan Persiba bisa kompetitif di Divisi Utama,”serunya. (nes/din/ty)