Angka Curas Meningkat 70 Persen

BANTUL – Tren tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) atau yang sering disebut penjam-bretan mengalami peningkatan cukup signifikan tahun ini. Pening-katan grafik curas ini disinyalir karena dua faktor. Pertama karena tingginya angka pengangguran, serta mayoritas perempuan yang menjadi korban menggunakan perhiasan cukup mencolok.Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan dibanding tahun lalu peningkatan angka curas pada ta-hun ini meningkat 60 hingga 70 persen. “Mereka yang tertangkap rata-rata tidak memiliki pekerjaan,” terang Surawan kemarin (28/9).Pada tahun lalu, berdasar la-poran yang diterima kepolisian ada 41 kasus penjambretan. Dari jumlah itu, 19 di antaranya berhasil ditangani dengan me-nangkap para pelakunya. Ke-mudian 22 kasus penjambretan lainnya masih dalam proses penyelidikan. Sayangnya, per 31 Juli 2014 angka penjambretan telah menembus 32 kasus. Se-banyak 24 kasus di antaranya berhasil tertangani. “Data leng-kapnya masih di BAP,” ujarnya.
Dari situ, dilakukan upaya men-ekan angka kriminalitas curas ini. Salah satunya kepolisian rutin menggelar patroli dan memburu para pelakunya. Terakhir, Kamis (25/9) lalu Polres Bantul berhasil meringkus komplotan spesialis jambret di kawasan Banguntapan. Lima pelaku digelandang. Me-reka adalah Te,31, Ms, 19, Mr, 25, Al, 20 dan Cb, 17. “Satu pelaku masih di bawah umur tidak kita tahan. Tetapi tetap kita proses,” ungkapnya.Saat ini, Cb masih tercatat seba-gai siswa di salah satu SMA di kecamatan Kretek. Sementara, satu pelakunya berinisial Wd tewas dianiaya massa setelah ketahuan saat melakukan aksinya pada Rabu (24/9) di Dusun Balong, Potorono, Banguntapan. Penangkapan kelima pelaku berdasar keterangan Wd. Sebab sebelum menghembuskan napas terakhirnya Wd sempat mencatut nama Ms sebagai salah satu rekan-nya. “Dari tangan mereka berha-sil diamankan empat unit sepeda motor, celurit dan beberapa tas milik para korban,” urainya.Komplotan ini, sambung Surawan, mulai menjalankan aksinya pada Agustus lalu. Namun demikian, dalam kurun waktu dua bulan ter-akhir ini komplotan spesialis jam-bret ini telah melakukan aksinya sebanyak 14 kali. Biasanya setelah melakukan aksi, kemudian mereka libur selama seminggu. (zam/ila)