Gandeng UGM, Petakan Daerah Rawan Bencana

KULONPROGO – Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo membentuk posko Pusat Pengendalian Operasi (Puskodalpos). Itu untuk menganti-sipasi dampak kekeringan tahun ini. Melalui posko tersebut, masyarakat bisa dengan cepat meminta bantuan dropping air bersih. “Pelayanan posko dibuka selama 24 jam. Ma-syarakat bisa menghubungi nomor telepon 0274 773311,” kata Kepala BPBD Kulonprogo Untung Waluyo, baru-baru ini (29/9).Untung berharap dengan dibukanya posko pelayanan ini, masyarakat tidak kesulitan lagi untuk meng-informasikan kondisi kekeringan atau meminta bantuan air bersih. “Bisa melalui telepon dahulu, kendati kemudian juga harus dilengkapi dengan laporan tertulis,” terangnya.
Selain membuka posko, juga telah dilakukan sejumlah terobosan dalam pelayanan dropping air. Misalnya, pengadaan terpal untuk bak penam-pungan air yang dibuat seperti kolam untuk masyarakat. “Terpal itu dipasang dengan titik yang mudah dijangkau mobil tangki air bersih. Masyarakat bisa mengambil air di tempat tersebut. Lebih cepat saat dropping, juga mengurangi kemungkinan air tumpah,” tuturnya.Berdasarkan data BPBD Kulon-progo, dari total 12 kecamatan di Kulonprogo ada tujuh kecamatan yang menjadi langganan keke-ringan. Umumnya, lokasi berada di daerah pegunungan. Pemetaan daerah rawan kekeringan itu telah dilakukan BPBD Kulonprogo bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana Alam UGM Jogjakarta. “Secara teknis sudah ada hasil pemetaan daerah rawan, termasuk sumber air untuk 88 desa dan akan disampaikan ke desa hasil pemetaan tersebut. Dengan pemetaan itu, kami tahu daerah mana yang rawan kekeringan dan dimana sumber airnya,” bebernya.
Kajian akademis dan teknis pe-metaan daerah rawan kekeringan itu juga sudah disampaikan saat diskusi bersama BNPB DIJ bebe-rapa waktu lalu, termasuk rencana pembuatan embung. Pencarian sumber mata air di beberapa daerah juga terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti untuk daerah Kalibawang mengoptimalkan sumber air dari kali Progo. Air Waduk Sermo juga bisa diupayakan untuk mencukupi wilayah tengah.Disinggung soal proses dropping air bersih, hingga Jumat (26/9) lalu tercatat sudah ada 37 titik yang menerima air bersih. BPBD juga sudah menyiapkan armada di antaranya empat unit tangki air bersih milik PDAM, BPBD, PMI dan Tagana masing-masing satu unit.Mengantisipasi dan memper-cepat bantuan BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan kecamatan, Dinas Kelautan, DPU Bidang Pengairan, serta PMI dan Tagana.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Kulonprogo Eko Susanto menambahkan terkait ada permohonan dropping air yang langsung masuk ke PDAM dan PMI, semuanya tetap harus dikoordinasikan melalui BPBD.Usai dibukanya posko pengaduan, beberapa masyarakat sudah ada yang mulai memanfaatkannya. Ada yang menyampaikan infor-masi kekeringan melalui surat. “Sudah ada yang melapor dan meminta dropping melalui telepon. Seperti dari warga Sangon, Jangkang, Sentolo, Clapar dan beberapa daerah lainnya,” ungkapnya. (tom/ila/rg)