JOGJA – Jogja memang layak mendapat sebutan kota seni. Pertunjukan seni dan budaya dengan mudah didapatkan di kota ini. Tak hanya di gedung kesenian atau tempat pertunjukan dengan tiket berbayar, di berbagai tempat aksi seni dengan akses gratis pun bisa dinikmati. Bisa dikatakan, Jogja tiada hari tanpa seni.
Menyambut Hari Jadi ke-258 Kota Jogja yang jatuh 7 Oktober mendatang, Jalan Malioboro mulai kemarin tampak lain. Sejumlah patung-patung besar menghiasi Titik Nol Kilometer. Itu adalah bagian dari seni instalasi berjudul Digital Heart karya seniman Made Palguna.
Peresmian seni instalasi ini dilakukan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti bersama Made Palguna dan pematung Timbul Raharjo di Titik Nol pada 1 Oktober pukul 00.00 WIB. Selain Made Palguna dan Timbul, 10 seniman patung yang lain juga dilibatkan dalam menghias sepanjang Jalan Malioboro dengan aneka patung berbagai ukuran.
Belasan patung ini rencananya dipajang selama satu tahun. Bertajuk Jogja 258 Outdoor Sculpture Exhibition 2014, ke-12 seniman Jogjakarta akan menampilkan tiga pendekatan. Setiap pendekatan ini merupakan respons para seniman terhadap suasana Malioboro, mulai taman parkir Abu Bakar Ali hingga Titik Nol.
Humas Kegiatan Ryan Budi Nuryanto mengatakan, ketiga pendekatan itu adalah ruang secara fisik yang menyatu dengan Malioboro. Lalu pendekatan aktivitas sosial seperti proses jual beli, diskusi yang terjadi. Terakhir dengan pendekatan ruang karya bebas yang mengajak interaksi pengunjung.
Salah seorang perupa Dunadi memasang karya interaktif. Ukuran yang dipasang terbilang besar, memiliki panjang 12 meter dengan tinggi lima meter. Karya milik alumnus Seni Patung ISI Jogjakarta ini menampilkan gajah sebagai objek seni.
Uniknya dalam karyanya kali ini, Dunadi mempersilahkan warga untuk berinteraksi. Bahkan tiga buah patung raksasa ini diperbolehkan untuk dicoret-coret. Menurutnya, cara ini untuk menangkap daya kreativitas pengunjung Malioboro.
“Tidak hanya jadi penikmat, pengunjung juga bisa ikut berkarya. Bisa berisi pesan atau luapan hati para pengunjung. Baik itu kondisi Jogjakarta, tentang hati atau karya instalasi ini,” kata Dunadi saat menjelaskan karyanya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti sendiri sangat mendukung aksi para seniman ini. Dengan karya-karya para perupa ini, dapat menjadi daya tarik pengunjung Malioboro. Harapan lainnya, dapat menambah kunjungan wisatawan ke Jogja. (aga/laz)
Libatkan 12 Seniman Patung, Ajak Pengunjung Interaktif