Pilih Motif Semen Khas Keraton Jogja

JOGJA – Batik merupakan semangat pusaka bu-daya yang wajib dilestarikan.
Hal inilah yang dikatakan Wa-kil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam (PA) IX saat pemecahan rekor MURI Membantik Sepan-jang 3.000 meter. Acara digelar di Alun Alun Utara Jogjakarta dan diikuti 3.000 pembatik.Dalam kesempatan ini, PA IX juga berharap seluruh ele-men menjaga warisan budaya dunia ini. Wujudnya dapat dengan selalu melestarikan, mempelajari dan mengembang-kan, sehingga batik dapat hidup selaras dengan dinamika za-man.
“Kekayaan pusaka ini meru-pakan asli Jogjakarta dan mem-perkaya Indonesia. Bahkan saat ini dunia telah mengakui seba-gai warisan budaya dunia mela-lui UNESCO. Kewajiban kita untuk menjaga agar tidak lepas dari tanah nusantara,” kata PA IX yang juga Pengageng Puro Pakualaman ini.Wagub menambahkan, batik saat ini tidak hanya menjadi kekayaan budaya. Di sisi lain batik juga menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ini ter-bukti dengan banyak ber-kembangnya usaha batik di Jogjakarta.
PA IX pun mendapatkan ke-sempatan pertama untuk men-canting. Meski sudah mema-suki usia lanjut, dirinya terlihat sigap saat menorehkan malam di kain mori. Namun ada keja-dian unik saat PA IX menga-wali nyanting, terutama saat diarahkan oleh panitia. “Aku ki wis biasa nyanting ba-tik ning omah. Iki kok malah bingung ditarik-tarik (Saya ini sudah biasa nyanting batik di rumah. Iki malah jadi bingung ditarik-tarik, Red),” kata PA IX disambut tawa para hadirin.Kegiatan menyambut Hari Ba-tik Nasional 2014 ini pun tertoreh dalam Museum Rekor Indone-sia (MURI). Manager MURI Sri Widayati mengungkapkan, rekor ini memiliki nilai lebih. Selain nilai rekor, juga wujud penge-nalan, pelestarian dan peng-embangan batik.
Melalui kegiatan ini, batik da-pat mengundang animo masya-rakat. Terlebih para wisatawan asing yang mengenal batik se-bagai oleh-oleh. Sekaligus mem-perkuat Jogjakarta sebagai kota wisata dengan batik sebagai sa-lah satu komoditi.Kegiatan ini pun menumbang-kan rekor sebelumnya memba-tik di kain sepanjang 2.000 me-ter oleh Pemkab Bantul tahun 2010. Secara resmi tercatat se-panjang 3.005 meter dilakoni oleh 3.005 pembatik.”Rekor dengan nomor 6667 ini diberikan kepada Pemprov DIJ sebagai pemrakarsa dan Dinas Perindustrian Perdagangan Ko-perasi dan UKM (Disperindagkop) DIJ sebagai pelaksana kegiatan,” kata Sri Widayati.Kepala Disperindagkop DIJ Riyadi Ida Bagus Salyo Subali mengungkapkan, kegiatan ini melibatkan banyak elemen. Mu-lai pelajar, mahasiswa, pelaku dan insan batik Jogjakarta. Mo-tif semen khas Keraton Jogja-karta dipilih sebagai motif batik pemecah rekor MURI.
Riyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut hubungan Jogjakarta dengan Kyoto Jepang sebagai sister city. Di mana salah satu kerja sama-nya adalah dalam bidang tekstil. Batik merupakan barang ekspor terbesar ke-5 dari Jogjakarta ke Jepang.”Kekaguman dan kebutuhan batik di Kyoto, Jepang, sangatlah tinggi. Rencananya kain sepan-jang 3.005 meter ini digunakan sebagai bahan kimono di sana,” kata Riyadi. (dwi/laz/gp)