SEMARANG – Kemenangan tandang melawan Persewangi Banyuwangi pada laga terakhir babak 16 Besar Divisi Utama 2014 Grup L, rupanya benar-benar men-dongkrak mental para pemain PSS Sleman dalam melawat ke markas musuh. Di-perkirakan kalah dalam laga perdana kontra PSIS Semarang di Stadion Jatidiri kemarin (4/10), Super Elng Jawa (Super Elja) malah sanggup mengemas satu angka. Hasil ini luar biasa, mengingat PSS selalu kesu-litan berbicara banyak saat bertandang ke stadion yang terkenal angker itu. Di dua laga Grup L, tim besutan Herry Kiswanto (Herkis) ini kalah dua kali pada laga di markas Persigubin dan Martapura. Kemenangan 2-1 di Banyuwangi bo-leh disebabkan karena Laskar Blambangan sudah dipastikan tak mungkin melaju ke babak Delapan Besar
Tapi saat menyambangi markas PSIS yang jelas-jelas menjadi salah satu klub memiliki target promosi ke Indonesian Super League (ISL), PSS tampil hebat. Otak serangan mereka Ronald Fagundez, dapat dikunci olehbarisan centrocampista Super Elja. Hasilnya, PSIS cukup sulitmengalirkan bola ke kotak penal-ti PSS. Skor pun berkesudahan 2-2. PSIS memang mampu men-cetak gol lebih dulu lewat penyerang andalan mereka, Ju-lio Alcorse. Berawal dari blunder Wahyu Gunawan yang gagal mengintersep bola, Alcorse dengan mudah menaklukkan penjaga gawang PSS Herman Batak.
Untungnya, mental para pemain PSS tak rontok setelah gol PSIS. Menit 32 bek Kristian Adelmund sanggup membawa timnya me-nyamakan skor 1-1 lewat ten-dangan bebas. “Sejak babak pertama, anak-anak sangat pia-wai dalam menjaga daerahpertahanan,” jelas sosok yang di masa lalu juga pernah melatih Tim Mahesa Jenar itu. Masuk ke babak kedua, PSS mendapat malapetaka karena dikerjai Wasit Untung. Waluyo yang menahan bola dengan pa-hanya justeru dianggap mela-kukan handsball di kotak penalti. PSIS yang mendapat-kan penalti menunjuk Ronald Fagundez. Eksekusi penalti Fagundez pada menit 53 sem-purna, setelah tak mampu di-tahan Batak.
Untungnya saat tertinggal 1-2, Herkis melakukan keputusan tepat dengan mengubah for-masi 4-2-3-1 ke 3-5-2. Wahyu Gunawan digantikan penyerang Saktiawan Sinaga pada menit 63. Daya dobrak PSS pun sema-kin kuat. Menit 73 Anang Hadi menjadi penyelamat PSS. Menyambut tendangan sud-ut Mudah Yulianto dengan sundulan, kapten PSS ini mem-bawa Super Elja membawa pulang satu angka dariJati-diri. Kata Herkis, dirinya salut karena para pemain PSS ber-main sangat berani. Boleh dibilang setiap tim memang sangat sulit mencuri angka dari Jatidiri. Terhitung hanya Persis Solo yang sukses me-nahan imbang klub besutan Eko Riyadi ini dengan skor 1-1. “Hebat anak-anak seperti tidak takut dengan PSIS yang punya rekor luar biasa di kandang. Saya tentu berharap sepanjang dela-pan besar ini kami juga tak men-galami kekalahan tandang,” ucapnya.
Di pihak PSIS, Eko mengaku kecewa dengan lemahnya lini belakang PSIS saat menghadapi situasi set piece. Eko berharap kelemahan ini harus diperbaiki jika PSIS ingin lolos ke semifinal. “Hasil imbang ini tentunya me-maksa kami untuk bisa men-curi tiga poin di kandang lawan,” jelasnya. Adapun di laga Delapan Besar Grup N lainnya, PSGC Ciamis sukses membekap Persiwa Wa-mena di Stadion Galuh. Dengan hasil ini maka PSGC untuk se-mentara memimpin klasemen Grup N. (nes/laz/gp)