Nandia Batik for Radar Jogja

ANGGUN : Model memakai batik motif Pekalongan Kelir. Ciri khas batik ini yakni memiliki warna yang kaya namun sangat natural.

JOGJA – Kehadiran batik semakin luwes ketika hadir dalam bentuk-bentuk modern, misalnya dress ataupun sackdress. Desainer Djoko Margono dan Nandia Batik mempersembahkan rancangan sackdress dengan mengangkat beragam motif batik berpadu warna-warna cerah. Koleksi keduanya ditampilkan dalam mini show batik yang digagas The Phoenix Hotel Jogja, Kamis (9/10).
Untuk mengangkat batik menjadi bagian dalam tren fesyen, Djoko Margono memadukannya dengan material lain, seperti satin, katun, sifon serta sentuhan kain tradisional lainnya, seperti tenun dan lurik.
“Mengenalkan batik perlu bertahap dan saya memadukannya dengan kain yang sudah lebih dulu dikenal di dunia fesyen,” ujar Djoko.
Dengan teknik patchwork, menjadikan koleksi Djoko yang bertajuk Summer Day ini kaya akan beragam motif. Mengusung konsep baju-baju summer, pemilik lini Firstline ini menampilkannya dengan warna-warna terang dengan permainan bentuk sackdress yang bisa dikenakan di berbagai acara.
Djoko menuturkan, koleksi ini juga diharapkan menjadi sebuah cara pandang baru bagi pecinta fesyen untuk berani memadu padankan item fesyen.
“Sackdress batik ini sangat ready to wear dan sangat mudah untuk dipadu padankan dengan koleksi yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara itu, Nandia Batik menampilkan beberapa koleksi terbarunya. Salah satunya yakni batik motif Pekalongan Kelir. Ciri khas batik ini yakni memiliki warna yang kaya namun sangat natural. Untuk koleksi sackdress-nya, Nandia Batik mengkombinasikan dengan brokat.
“Agar tidak monoton, karena koleksi ini dipersembahkan bagi wanita muda yang dinamis, untuk selalu tampil chic dan fashionable,” ujar Asisten Manajer Nandia Batik Mardiyah.
Koleksi keduanya juga ditampilkan dalam pameran batik di area Museum Lounge The Phoenix Hotel Jogja selama bulan Oktober 2014 ini. “Ini cara kami untuk tetap konsisten mengangkat dan memperkenalkan kain tradisional kepada para tamu, terutama tamu mancanegara, bahwa batik juga indah dikenakan dalam balutan dress,” ujar PR Manajer The Phoenix Hotel Jogja Marlya Christina.(dya/jko)