SETIAKY/RADAR JOGJA

DEADLOCK: Pembina HIPMI Bantul Tas’an Tri Wibowo (tengah) cekcok dengan anggota BPD HIPMI DIJ, kemarin.

Di Luar Sidang Dijaga Ketat Aparat

JOGJA – Konflik internal di tu-buh Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bantul menjalar pada pelaksanaan Musda BPD HIPMI DIJ yang digelar di Novotel, kemarin (10/10). Akibatnya, hingga tadi malam, musda tak menghasilkan apa-apa, karena berakhir deadlock. Tak hanya sampai di situ. Aki-bat kisruh ini, ada pihak yang akan dilaporkan ke polisi
Dia yang diancam dilaporkan ke polisi adalah Ketua BPC HIPMI Bantul versi muscablub Febrianto Prio Jatmiko. Aksi tegang saling klaim ke-pengurusan BPC HIPMI Bantul terjadi sebelum musda dimulai. Aksi perang urat syaraf terjadi ketika sejumlah orang anggota HIPMI Bantul pendukung ke-pengurusan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) memaksa masuk ke dalam ruang acara, sesaat sebelum acara dimulai. Mereka berteriak-teriak me-minta pengurus hasil Musyawa-rah Cabang Luar Biasa (Musca-blub) yang diprakarsai BPD DIJ agar keluar dari ruangan. “Kami datang untuk memper-tanyakan keberadaan caretaker yang menyalahi ADRT. Kalau mereka diizinkan mengikuti musda, kenapa kami tidak,” kata anggota Dewan Pembina BPC HIPMI Bantul Teddy Gha-ni Karim.
Protes tersebut ditanggapi pe-serta yang ada di dalam ruangan. Suana langsung memanas. Adu mulut antara pengurus BPC HIPMI Bantul hasil muscab dengan Ketua BPD HIPMI DIJ Lilik Syai-ful Ahmad, tak terhindarkan.Dengan nada meninggi, Lilik mempertanyakan kedatangan para kepengurusan hasil muscab. “Kalian ada apa ke sini. Saya masih ketua BPD, tolong hargai,” ujar Lilik.Melihat situasi yang semakin memanas, beberapa anggota HIPMI dari Badan Pengurus Pusat (BPP) yang hadir turut turun tangan mengondisikan suasana agar kembali kondusif. Setelah suasana tenang, dise-pakati bahwa anggota dari ver-si muscab diizinkan mengikuti seremoni pembukaan Musda DPD HIPMI DIJ.
Pada pembukaan tersebut, panitia melarang awak media untuk mengikuti acara dan me-minta untuk keluar. “Silakan media keluar ruangan. Nanti kami berikan waktu untuk confrence,” jelas salah seorang pantia melalui pengeras suara. Beberapa saat setelah acara dimulai, penjagaan jalannya musda semakin diperketat. Jika sebelumnya penjagaan dilaku-kan oleh Paksi Katon, setelah aksi tegang tersebut satuan kea-manan dari Polres Kota Joga dan Polsek Gondomanan dilibatkan untuk mengamankan acara. Satuan keamanan akhirnya berjaga-jaga di luar ruangan dan sekitar hotel.Seperti diketahui, konflik ke-pengurusan HIPMI dipicu ada-nya muscablub BPC Bantul beberapa waktu lalu yang dige-lar oleh tim caretaker BPD HIP-MI DIJ. Hingga musda digelar, belum terjadi rekonsiliasi di an-tara keduanya. Bahkan masing-masing pengurus saling klaim merekalah yang berhak mem-berikan suara.
Ketua BPP HIPMI Raja Sapta Oktohari menyatakan insiden yang terjadi pada musda, meru-pakan bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, insiden di tubuh BPC HIPMI Bantul me-nandakan bahwa ada perhatian dari pengurus untuk memajukan organisasi.”Ini tandanya organisasi dina-mik dan bergerak. Justru kalau tidak ada konflik, berarti orga-nisasinya tidak berjalan, tidak ada kegiatan. Sejak berdiri tahun 1972, kejadian seperti ini sudah biasa,” jelasnya.Dia menambahkan, persoalan dualisme kepengurusan akan diselesaikan dalam musda ter-sebut nantinya. Sebab, di dalam HIPMI ada berbagai bidang yang mengurusi persoalan tersebut. “Dualisme kepemimpinan ba-gian dari dinamika, saya meny-ambut positif,” katanya.
Sementara itu Tina Asmara selaku ketua BPC HIPMI Bantul versi muscab mengatakan, pi-haknya datang ke acara sesuai dengan undangan pantia pelaks-ana. Sebagai ketua yang dipilih sebagian besar pengurus BPC HIPMI Bantul, kepengurusannya memiliki hak suara yang sah. “Kami berharap sebelum pemun-gutan suara, persoalan sudah selesai,” harapnya.Sampai dengan berita ini ditu-lis pelaksanaan musda belum menghasilkan ketua BPD HIPM DIJ. Dua kandidat yang men-jadi calon dalam Musda HIPMI DIJ yakni Yoni Arseto yang se-belumnya menjabat Sekretarsi Umum (Sekum) BPD HIPMI DIJ, dan Hendri Ardiyanto, merupa-kan bendahara umum BPD HIPMI DIJ.
Sementara itu, hingga tadi ma-lam pukul 20.00 WIB, suasana sidang pemilihan Ketua BPD HIPMI DIJ periode 2014-2017 masih berjalan alot. Berdasarkan sumber yang dihimpun, belum ada titik temu mengenai pem-bahasan kepengurusan BPC HIPMI Bantul versi muscab dengan muscablub.”Belum ada titik temu. Karena belum ada yang legowo, semua masih mempertahankan argu-mennya,” jelas anggota Steering Comite (SC) Jacky Latupeirissa. Dia juga tidak bisa memastikan sidang yang mengagendakan pemilihan ketua umum BPD DIJ itu akan selesai. “Saya nggak tahu kapan selesainya, dari tadi saya cuma jadi penengah ribut-ribut saja,” jelasnya.Sesuai jadwal, sidang pleno pengesahan daftar kandidat ketua umum BPD HIPMI DIJ berlangsung dimulai pada pukul 15.30 dan pembacaan serta peng-esahaan hasil rapat formatur pada pukul 17.30. Setelah itu, pelantikan ketua umum dan pengurus BPD HIPMI dijadwal-kan pada pukul 18.30. Namun hingga berita ini ditulis pukul 21.00 WIB, belum ada keputusan apa-apa. (bhn/jko/jiong)