HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

TEROBOSAN: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat launching materi Kesehatan Umum dan Kesehatan Reproduksi dalam mapel Penjaskes SD hingga SLTA di Gedung Kaca, Kompleks Pemkab Kulonprogo, kemarin (10/10).

Masuk Mapel Penjaskes Jenjang SD Hingga SMA

KULONPROGO – Bupati Kulon-progo Hasto Wardoyo merilis materi Kesehatan Umum dan Kesehatan Reproduksi kedalam mata pelaja-ran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes). Materi dalam Penjaskes ini untuk jenjang SD, SMP dan SMA/SMK di Ka-bupaten Kulonprogo. Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulon-progo, kemarin (10/10). Sedikitnya 500 peserta hadir dalam soft launching itu. Bupati Hasto Wardoyo men-jelaskan kegiatan kali ini bersifat terbuka, dirinya siap menerima masukan dan saran dari siapapun. Harapannya saat pelaksanaan pem-belajaran kepada siswa dapat ter-laksana dengan baik sekaligus mem-berikan dampak positif pula terhadap tumbuh kembang peserta didik. “Guru saat mengupas masalah kesehatan umum dan repro-duksi tidak harus membahas masalah seksualitas. Karena banyak materi ke sehatan repro-duksi yang tidak harus menyen-tuh seksualitas,” jelasnya.
Kepada para tokoh agama, Hasto mengimbau untuk ikut mengawal pelaksanaan pendi-dikan kesehatan ini. Para tokoh agama bisa memberikan ma sukan, lantaran pendidikan agama dan keimanan merupakan salah satu benteng yang perlu diberi-kan kepada anak didik. Serta sangat relevan untuk mendukung materi kesehatan reproduksi remaja saat ini. “Saya ucapkan selamat kepada tim penyusun. Jika ada yang belum pas harap disampaikan,” tandasnya.Hasto menambahkan banyak masalah kesehatan sepele namun cukup perlu diketahui oleh para guru dan anak didik. Misalnya ada anak laki-laki testisnya hanya satu atau salah satu testinya tidak turun, maka saat dewasa itu bisa menyebabkan kanker.
“Lagi, anak yang sakit gondongen jika lama tidak sembuh-sembuh maka akan dapat membuat man-dul. Pada anak perempuan, semakin tua awal menstruasi anak, maka semakin cepat menopause saat dewasa,” beber Hasto.Kepala Dinas Pendidikan Ku-lonprogo Drs Sumarsana MSi menambahkan anak-anak me-rupakan periode kritis. Artinya jika ada gangguan kesehatan untuk pertumbuhan maka dam-pak serius justru akan terjadi pada kehidupan selanjutnya.Maka dari itu, sambungnya, integrasi Pendidikan Kesehatan termasuk kesehatan reproduksi dalam kurikulum pendidikan khususnya untuk Penjaskes ada-lah upaya pemkab dalam me-nyiapkan SDM yang mumpuni.
“Dengan memasukkan materi tersebut, sudah bisa dilihat maksud dan arah tujuannya yakni menciptakan generasi emas dari Kulonprogo untuk Indonesia Tahun 2045 mendatang,” ucapnya.Seperti diketahui, penyusunan materi pembelajaran kesehatan umum dan kesehatan reproduksi ini dibawah kendali langsung Bupati Kulon-progo dr Hasto Wardoyo. Tidak terkecuali dalam pemilihan dan penyusunan materi yang disesuaikan dengan jenjang peserta didik.Pembahasan internal juga meli-batkan tim ahli, termasuk dewan pendidikan. Sedangkan pembaha-san secara eksternal dilakukan dengan tokok-tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Beberapa contoh ma-teri yang sudah siap untuk SD Kelas I dengan judul Mengenal Tubuh Kita dan Ayo Membersihkan Kebersihan Diri. Sedangkan untuk kelas II terdapat materi Gigi Sehat dan PHBS di Sekolah dan lain sebagainya. (tom/ila/jiong)