Hari Jadi ke-63, Mari Bersama-sama Membangun Kulonprogo (1)

Hari ini, 15 Oktober 2014, Kabupaten Kulonprogo memperingati Hari Jadi ke-63. Selama kurun waktu ini, banyak keberhasilan sekaligus sejumlah tantangan dan persoalan yang harus menjadi perhatian seluruh komponen di daerah ini. Untuk itu, Radar Jogja menurunkan tulisan sambutan Bupati Kulonprogo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam tiga seri secara bersambung mulai hari ini.
ALHAMDULILLAH, marilah kita senantiasa bersyukur keha-dirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat, nikmat dan limpahan karunia-Nya, sehingga pada saat ini kita masih diberi kesempatan, kekua-tan dan kesehatan di dalam me-lanjutkan pengabdian kita ke-pada masyarakat, bangsa dan negara. Secara khusus pada mo-men yang berbahagia ini, kita bersyukur atas peringatan Hari Jadi ke-63 Kabupaten Kulonpro-go tahun 2014. Semoga momentum ini akan semakin memantapkan dan meningkatkan serta memper-kokoh tekad
Selain itu juga semangat juang kita, untuk terus membangun, mengantarkan Kabupaten Ku-lonprogo yang dapat sejajar bahkan lebih maju dari daerah-daerah lainnya. Selanjutnya dalam mempe-ringati Hari Jadi ke-63 Kabupa-ten Kulonprogo tahun 2014, sejenak saya mengajak kita semua untuk menghayati dan mem-buka memori lembaran sejarah 63 tahun Kabupaten Kulonpro-go, di mana terpampang beragam keberhasilan sekaligus terbentang sejumlah tantangan dan per-soalan yang harus menjadi ca-tatan dan perhatian seluruh komponen pembangunan di daerah ini. Untuk itu, sebagai bagian dari bangsa yang tetap menghargai dan tidak melupa-kan sejarah, dalam mempe-ringati Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo, kita tidak akan per-nah melupakan jasa besar kedua tokoh yakni Sri Sultan Hameng-ku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII
Karena atas kebesaran jiwa dari Sri Sultan Hamengku Bu-wono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII yang masing-masing mempunyai wilayah kekuasaan yakni wilayah Kasultanan Nga-yogyakarta Hadiningrat atau Kabupaten Kulonprogo dan Wi-layah Kadipaten Pakualaman atau Kabupaten Adikarto. Kemudian bersepakat untuk digabung antara wilayah Kasul-tanan yaitu Kabupaten Kulon-progo dengan wilayah Pakuala-man yaitu Kabupaten Adikarto. Selanjutnya atas dasar kesepa-katan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII tersebut, kemudianpemerintah pusat mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951 yang kemudian secara yuridis formal menjadi Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo. Pada awal terben-tuknya Kabupaten Kulonprogo Bupati pertama KRT Suryoning-rat yang selanjutnya secara silih berganti memimpin Kabupaten Kulonprogo ini.
Perjalanan sejarah 63 tahun Kabupaten Kulonprogo, para tokoh dan pemimpin di Kabu-paten Kulonprogo telah berkarya silih berganti. Setiap pemerin-tahan yang berbhakti kala itu telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah ini ke arah yang lebih baik demi mencapai kesejahteraan masyarakat Ka-bupaten Kulonprogo. Oleh ka-rena itu, kita patut berbangga terhadap beliau-beliau, kita be-rikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdian para tokoh dan pemimpin yang telah berjuang demi pembangunan di Kabupaten Kulonprogo.Termasuk kepada seluruh ma-syarakat, para perantau dan apa-rat baik sipil maupun militer yang telah berbhakti di Kabupaten Ku-lonprogo. Harapan kita bersama, kiranya pengabdian dan hasil karya berharga yang diberikan kepada daerah ini menjadi sum-ber inspirasi dan kekuatan bagi kita untuk meneruskan dan mewu-judkan Kulonprogo yang lebih maju dan sejahtera.
Peringatan Hari Jadi ke-63 ta-hun ini semakin istimewa ke-tika seluruh jajaran stakeholder yang ada di Kabupaten Kulon-progo, baik pemerintah, swasta, serta segenap komponen ma-syarakat yang ada mampu mela-kukan refleksi betapa setiap waktu yang telah kita lewati dengan penuh perjuangan demi mewujudkan cita-cita bersama untuk mencapai kehidupan dan masa depan Kabupaten Kulon-progo yang lebih baik lagi. Ha-rapan kita bersama hasil re-fleksi pada kesempatan ini membawa semangat untuk ber-benah dengan tetap menjaga suasana yang kondusif di daerah kita ini, karena dalam suasana yang aman, tenteram dan damai, kita dapat melaksanakan tahapan pembangunan dengan sebaik-baiknya.
Segenap komponen masyara-kat di daerah ini pasti sepakat, bahwa dalam menatap masa depan Kulonprogo dengan se-jumlah tantangan dan peluang yang akan mewarnai tugas dan tanggung jawab kita masing-masing maka dibutuhkan se-mangat kebersamaan, sema ngat kegotongroyongan, semangat membangun, meningkatkan kepedulian dan solidaritas ter-hadap saudara-saudara kita yang masih memerlukan perhatian kita bersama.
Oleh karena itulah tema yang diangkat pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo saat ini, yakni; Dengan Hari Jadi Ke-63 Kita Tingkatkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas Guna Mewujudkan Kesejahte-raan Rakyat dan Mempercepat Pengentasan Kemiskinan.Dengan dilandasi tema tersebut, saya senantiasa mengajak serta mengingatkan kepada segenap komponen di Kabupaten Kulon-progo, marilah kita terus meles-tarikan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan sebagai pengamalan dari nilai-nilai Pan-casila dasar negara kita untuk mewujudkan kesejahteraan ra-kyat. (bersambung)