Peluang Bagi TJ U-18 Menggantikan
SLEMAN-Tim PSS Sleman U-18 masih ragu apakah akan melanjutkan kiprahnya di Liga Remaja Piala Soeratin U-18. Tergabung Grup 4 bersama Persis U-18, PS Sintang U-18 dan Jember United U-18, klub berjuluk PSS Junior ini harus bermain di Solo.
Ya, karena membawa nama PSS, ini tentu riskan bagi keselamatan anak asuhan Tri Basuki tersebut. Perseteruan antara kelompok suporter Persis Pasoepati dan suporter PSS Brigata Curva Sud membuat PSS U-18 menjadi alasannya.
Pelatih PSS U-18 Tri Basuki mengatakan, sampai sekarang belum ada indikasi kalau panpel Persis bersedia memberikan pengamanan ekstra bagi timnya. Karena itulah PSS U-18 belum memutuskan apakah berangkat ke Solo atau tidak.
“Saya belum tahu juga apakah PSS U-18 bakal berangkat atau tidak. Belum ada jaminan keamanan. Untuk itu kami dari PSS U-18 belum bisa memberikan keputusan final,” jelasnya.
Kepala bidang kompetisi Asprov PSSI DIJ Edyanto menyatakan sangat menyayangkan jika PSS U-18 tidak melanjutkan kiprah di putaran nasional Piala Soeratin U-18. Terlebih lagi pada putaran regional DIJ, penampilan PSS U-18 sangat luar biasa.
Edi menyarankan, jika keberatan bermain di Solo, PSS U-18 melayangkan surat ke PSSI. Siapa tahu saja, PSSI bisa memberikan solusi atas kekhawatiran Super Elang Jawa (Super Elja) muda. “Jika ingin mengundurkan diri ya langsung juga berikan surat. Siapa tahu nanti PSSI memberikan solusi yang tepat guna memecahkan masalah ini,” imbuh sosok yang juga Sekretaris Panpel PSS tersebut.
Jika akhirnya PSS U-18 mundur Edi tidak tahu apakah peringkat dua regional DIJ bisa menggantikannya. Ada pun penghuni peringkat dua regional DIJ adalah Tunas Jogja (TJ) U-18.
Kata Edi pihaknya bakal menanyakan hal ini pada PSSI. Sebab sangat disayangkan bila DIJ tidak memiliki wakil di putaran nasional Piala Soeratin U-18. “Soal apakah TJ bisa menggantikan PSS U-18 atau tidak saya belum tahu. Kami akan berkoordinasi dengan PSSI dulu. Siapa tahu saja bisa,” ucapnya. (nes/din/ong)