ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
AKRAB:Suharjo, tengah bercengkrama dengan dua kura-kura jenis Radiata dan Sulcata yang dipeliharanya. Ia tengah mengembang biakan kura-kura dan berencana menjadikan bisnis barunya.

Pilih Jenis Radiata dan Sulcata, Dibeli di Jogjakarta

Setiap orang memiliki hobi sesuai pilihan. Hobi tersebut tak harus sama dengan hobi orang lain. Seperti hobi yang dimiliki Suharjo, warga Dusun Bayanan, Desa Banjarnegoro, Mertoyudan.
ADI DAYA PERDANA, Mungkid
DI salah satu sudut halaman belakang rumah Suharjo, terlihat empat ekor hewan reptil jenis kura- kura. Hewan itu tengah asyik memakan potongan sayuran. Saat diamati, kura-kura itu berbeda bentuk dengan kura-kura kebanyakan. Kura-kura peliharaan Suharjo memiliki bentuk dan warna yang unik.Memang, pria berusia 57 tahun ini memiliki hobi memelihara kura-kura Madagaskar atau Radiata dan kura-kura jenis Afrika atau Sulcata. Kedua jenis kura-kura itu masih tergolong langka di Magelang.Dari fisiknya, kura- kura Sulcata memiliki kaki yang serupa duri. Sedangkan kura- kura Radiata memiliki cangkang yang tidak mulus atau serupa benjolan- benjolan dan berwarna hitam.
“Ini kura- kura asal Madagaskar (Radiata) dan Afrika (Sulcata). Di Magelang jarang ada yang memelihara hewan ini. Dulu saya beli di toko hewan di Jogjakarta,” ungkap Suharjo, kemarin (22/10).Meski tergolong jarang yang memiliki, dirinya mampu merawatnya dengan baik. Pemeliharaan yang dilakukan cukup mudah dan tidak menyusahkan. Hewan tersebut cukup diberikan makan sayur-sayuran
Seperti sawi, kacang, kubis, dan lainnya. Dalam sehari, pem berian makanan cukup dilakukan se-kali, pada pukul 11.00. Selain itu, pembersihan kandang setiap pagi agar lingkungan tidak ber-bau. “Hewan ini termasuk cukup malas. Biasanya pukul 16.00 mereka tidur. Kemudian, bangun kembali pada jam 08.00. Untuk itu, perawatannya cukup mudah,” jelasnya.
Pria kelahiran 7 Juli 1957 ini mengaku baru mencoba me-melihara satu kali. Meski begitu, Suharjo mantab dengan hewan peliharaannya. Apalagi ia me lihat prospeknya yang menjanjikan. Diakui, dari sisi harga, kura- kura peliharaannya cukup me-nguras kantong.Dengan alasan itu, selain me-nyalurkan hobi, ia juga men-coba untuk usaha baru. Pensiunan Sekretaris Kesbangpolinmas Kota Magelang tahun 2013 ini kerap mencoba menekuni usaha yang belum pernah dicoba orang lain.
“Berdasarkan informasi yang saya dapat, kura- kura Sulcata umur tiga bulan harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Sedangkan kura- kura Radiata umur tiga bulan harganya Rp 5 juta,” ungkap bapak dua anak itu.Adapun kura- kura yang dipeli-hara Suharjo saat ini sudah ber-umur sekitar 5 tahun. Namun, ia enggan menyebutkan berapa ki-saran harga hewan miliknya itu. “Yang pasti, pekerjaan memeli-hara hewan ini ringan tapi men-janjikan. Dan cocok dilakukan pensiunan seperti saya,” akunya.
Ia menyebut, dalam sekali ber-telur, kedua jenis kura- kura ini mampu mengeluarkan lebih dari 20 telur. Sedangkan masa inkubasinya cukup lama. Yakni selama 210 hari. Menurut Suharjo, ia memang berencana membudidayakan atau beternak lebih dahulu kura- kura tersebut. Ia akan serius melakukannya. Saat ini, terkait dengan bisnis atau jual beli, ia tak begitu memikirkan.
“Mau saya ternak dulu, ke-untungan untuk dibisniskan nanti nomor sekian,” ucapnya.Pria asal Sentolo Kulonprogo ini sebelumnya juga sempat bu-didaya dan bisnis ayam ketawa. Ia terbilang sebagai salah satu orang yang merintis ayam ke-tawa di Kabupaten Magelang.
“Karena sekarang ayam ketawa sudah banyak yang memelihara, saya mencoba hewan lain. Salah satunya kura- kura ini. Ada juga ayam hias Onagadori dari Jepang serta hewan melata jenis bunglon. Yakni, berefek dragon,” katanya.Istrinya, Dwi Sawitri menam-bahkan mendukung langkah Suharjo meski belum mem-buahkan hasil. (*/hes/ong)