FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
NABUNG PERHIASAN:Masyarakat memanfaatkan pegadaian untuk bertransaksi emas. Jelang akhir tahun, masyarakat cenderung melakukan aksi pembelian emas.
Setiap Bulan Terjadi Transaksi Hingga 15 Persen
MAGELANG – Emas masih menjadi primadona sebagai barang investasi di masa depan. Memang, harganya cenderung fluktuatif di pasaran.
Menjelang akhir tahun ini, aksi pembelian emas terus meningkat. Seperti yang terjadi di Kantor Pegadaian Magelang, dalam beberapa pekan terakhir.Menurut Pemimpin Cabang PT Pegadaian Magelang Edy Rus-manto, harga emas tergantung kondisi pasar dunia.
Meski begitu, masyarakat tetap antusias me miliki emas, baik sebagai perhiasan mau-pun investasi. Bahkan, ada pe-ningkatan sejak pertengahan tahun ini.
“Selama empat bulan terakhir ini, transaksi emas meningkat cukup tinggi. Rata-rata 10-15 persen per bulan. Bahkan gadai emas batang dan perhiasan paling men dominasi hingga 95 persen,” kata Edy ke marin (1/11).
Dijelaskan, sejak Mei hingga akhir September lalu, pencapaian transaksi emas meningkat 10,3 persen dari out standing loan (OSN) sebesar Rp 37,5 miliar menjadi Rp 41,4 miliar. Peningkatan tertinggi di bulan Mei, karena berdekatan dengan momen Lebaran.
“Peningkatan ini tidak lepas dari program yang sedang di-gulirkan. Yaitu, Kemilau Emas. Program ini diluncurkan pada Mei lalu hingga Desember mendatang. Dampaknya positif dengan adanya peningkatan transaksi,” papar-nya.
Program ini menyediakan hadiah emas seberat 5 gram sampai 1 kilogram, paket umroh, voucher pulsa dan belanja untuk dua periode pengundian. Periode pertama Mei-Agustus dan periode kedua Sep-tember-Desember.
“Seluruh nasabah bisa mengikuti program ini dengan syarat transaksi gadai berbagai produk senilai minimal Rp 500 ribu. Setiap tran-saksi mendapat satu poin dan di-undi ditiap akhir periode. Transaksi juga berlaku kelipatan, sehingga kesempatan menang sangat besar,” jelasnya.
Dalam pengundian tersebut, syarat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu gadai barang berlaku selama minimal 30 hari ke atas. Jika kurang dari itu, nasabah tak akan mendapatkan poin se-kaligus hilang kesempatan meraih hadiah.
“Ini berlaku kelipatan. Jika barang tidak diambil dalam dua bulan atau hitungan 60 hari, poin akan di-tambah. Begitu seterusnya,” kata-nya (dem/hes/ong)