FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
TETAP CERAH: Direktur SDM Matahari Department Store (MDS) Pusat Andre Rumantir (kanan) melihat aktivitas MDS Magelang di Artos Mall dan didampingi Store Manager MDS Magelang Wiyono Heri (kiri). Andre Rumantir menyempatkan mampir di sela-sela olahraga sepeda yang dilakukannya.
MAGELANG – Matahari Departement Store (MDS) optimistis bisnis fesyen ritel di Indonesia akan tetap berkembang. Terlebih, tak sedikit daerah di tanah air yang masih tertinggal dibanding daerah lain, sehingga perlu sentuhan usaha ini. Potensi pengembangan bisnis fesyen masih terbuka luas. Terutama di luar kota-kota besar.
“Kami selalu optimistis menatap bisnis di masa depan. Karena itu, kami terus menambah jumlah outlet atau toko MDS di seluruh Indonesia. Seperti hingga akhir tahun ini menambah sembilan toko lagi di mana empat toko sudah beroperasi,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) MDS Pusat Andre Rumantir saat me-ngunjungi MDS Magelang di Artos Mall dengan bersepeda dari Jogja, kemarin (1/11).
MDS akan membuka 15 toko lagi di tahun 2015 di sejumlah daerah. Pe-nambahan ini akan membuat jumlah total MDS menjadi 147 toko yang ter sebar di seluruh Indonesia.
“Saat ini, kami sudah menambah outlet di Palangkaraya, Samarinda, dan Jakarta. Ke depan akan buka di Balikpapan, Kuta Bali, Samarinda, Jogja, Karawaci, dan tempat-tempat lainnya yang potensial,” papar mantan atlet PON cabang olahraga sepeda ini.
Pria yang berusia 62 tahun ini menilai, penambahan toko secara langsung ber-dampak pada perluasan serapan tenaga kerja. Ini penting, mengingat bangsa ini masih saja diliputi masalah ketenaga-kerjaan. Seperti pengangguran yang membuat UMR rendah.
“Sampai saat ini, kami mempekerjakan 13 ribu orang dan terus bertambah. Dengan tambahan toko, akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang terserap. Semakin banyak yang bekerja, pengangguran akan terkurangi. MDS ingin menjadi bagian dari upaya tersebut,” tegasnya didampingi Store Manager MDS Magelang, Wiyono Heri. (dem/hes/ong)