DPRD Minta Penambahan Lokasi Parkir Baru
PURWOREJO – Dinas Per-hubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pur-worejo menargetkan tahun ini penerimaan daerah dari sektor parkir senilai Rp 1,9 miliar. Parkir kendaraan roda dua maupun roda empat di Purworejo men-jadi salah satu sumber pen-dapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar.
Namun, berbagai masalah masih sering ditemui di lapangan. Sehingga target pendapatan yang ditetapkan hingga kini belum tercapai.
“Hasil paparan Dishub kominfo Purworejo beberapa waktu lalu, diketahui target itu belum bisa terpenuhi hingga September lalu,” ucap Sekretaris Komisi C DPRD Purworejo Rohman, akhir pekan lalu.
Rohman melanjutkan, sebe-narnya pendapatan dari sektor parkir bisa melebihi Rp 2 miliar per tahun, jika pelaksanaan di lapangan sesuai arahan pemerin-tah. Maka, perlu adanya koor-dinasi beberapa pihak agar target pendapatan bisa dicapai.
“Hasil kunjungan kerja kami ke Ngawi (Jawa Timur) be berapa waktu lalu, di sana diterapkan parkir berlangganan dan pen-dapatannya bisa mencapai Rp 4 miliar per tahun. Kenapa Purworejo tidak bisa seperti itu,” kritiknya.
Rohman berharap, pember-lakuan parkir berlangganan bisa diterapkan di Purworejo, sehingga banyak pendapatan yang bisa diselamatkan.
“Di sana dalam memberlaku-kan itu, Dishub bekerja sama dengan pihak Polres dan provinsi. Karena itu, untuk menge-tahui seberapa besar jumlah kendaraan yang ada,” harapnya.
Pembayaran parkir berlangganan itu, lanjut Rohman, bisa dibayarkan setiap kali pemilik kendaraan melakukan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan besarannya yaitu Rp 15 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 30 ribu untuk kendaraan roda empat.
“Bisa dibayangkan, pemilik kendaraan bisa berhemat. Katakan dalam sehari memarkirkan ken-daraannya empat kali, sudah Rp 2 ribu diberikan pada tukang parkir,” bebernya.
Hasil paparan Dishubkominfo Purworejo, dikatakan belum optimalnya pendapatan parkir di Purworejo karena pengawa-sannya masih minim, di mana hanya ada enam tenaga PNS yang melakukannya untuk menge lola banyak tukang parkir.
“Di lapangan, dibentuk koordinator-koordinator untuk mengelolanya,” tegasnya.
Dian Setyowati, anggota Komisi C DPRD Purworejo menam-bahkan, pihaknya menekankan agar Pemkab Purworejo segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) tentang penambahkan lokasi parkir di Purworejo.
“Pantauan kami, masih banyak lokasi-lokas strategis yang belum dikelola dengan baik perparki-rannya. Misal, di pasar-pasar tradisional di beberapa wilayah,” katanya. (tom/hes/ong)