DOKUMEN
AKRAB: CEO Sido Muncul Irwan Hidayat (tengah) dan Menkes Nila Djuwita F. Moeloek bersama pengurus pusat Persatuan Dokter Mata Indonesia.

Menkes: Perlu Sinergitas Berbagai Pihak untuk Menekan

JOGJA – Angka kebutaan di In-donesia akibat penyakit katarak masih cukup tinggi. Hal ini ter-bukti dari hasil Studi Validitas Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 yang menyebutkan angka kebutaan nasional men-capai 0,6 persen.
Menteri Kesehatan sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Ma-ta Indonesia (Perdami) Pusat Nila F. Moeloek mengatakan, me-ski angka itu mengalami penu-runan jika dibanding tahun 90-an, di mana angka kebutaan nasional mencapai 1,47 persen, angka 0,6 persen itu masih cukup tinggi.
Mengingat di negara-negara maju dan berkembang seperti Singapura, India, dan Thailand, tingkat kebutaan begitu rendah.
“Di Thailand angka kebutaan hanya sekitar 0,4 persen. Sedang-kan di India hanya 0,3 persen dan Singapura 0,35 persen,” terang Nila selepas acara seminar Per-dami ke-39 yang berlangsung di Ballroom Royal Ambarukmo (31/10).
Ketua Perdami Jogja Agus Su-partoto menerangkan, penyakit katarak adalah penyakit nomor satu yang dapat menyebabkan kebutaan. Faktor pencetus penya-kit ini bermacam-macam. Di antaranya faktor usia atau dege-neratif, adanya riwayat diabetes, dan paparan sinar ultravilet yang berlebih. Selain itu, ciri- ciri dari penya-kit ini adalah pandangan men-jadi kabur, merasa silau jika ter-kena sinar matahari, dan terjadi perubahan warna pada pupil.
“Cara yang paling mudah mengenali seseorang yang kena katarak adalah lihat warna pupilnya. Jika pupilnya putih, berarti dia kena katarak,” terangnya.
Nila menuturkan, untuk memerangi sekaligus menekan angka kebutaan yang cukup tinggi, maka diperlukan adanya siner-gitas dan kerja sama dari berba-gai pihak. Baik itu pemerintah, organisasi profesi, pengusaha, dan masyarakat.
“Bahkan untuk saat ini kegiatan kami telah menda-pat dukungan dari kalangan TNI dan Polri, pengusaha, anak-anak muda, dan organisasi perem-puan,” katanya.
Tak hanya itu, kegiatan Perdami juga mendapat dukungan penuh dari PT Sido Muncul sebagai sa-lah satu perusahaan jamu terbe-sar di Indonesia yang dari tahun 2011 telah bekerjasama dalam upaya memberantas buta katarak.
Berkat kerja sama inilah di tahun 2014, Perdami dan PT Sidomun-cul berhasil menolong lebih dari 45 ribu pasang mata masyarakat Indonesia lewat operasi gratis
Irwan menuturkan, pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat.
“Jujur saya sendiri dulunya adalah orang yang sering sakit-sakitan. Kalo orang sakit kan tidak bisa apa-apa karena akan menjadi beban kelu-arga, tapi kalau dia sehat kan beda,” katanya.
Irwan mengapresiasi diangkatnya Prof Dr dr Nila Djoewita F Moeloek sebagai Menteri Kesehatan dalam pemerintahan Jokowi.
“Saya meni-lai dia orang yang baik, rasa sosialnya tinggi. Semoga setelah jadi menteri, dia semakin banyak membantu orang,” ujar Irwan. (cr/laz/ong)