HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TERJUN LANGSUNG: Wabup Kulonprogo Sutedjo terlibat langsung dalam program bedah rumah di desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, kemarin (2/11).
KULONPROGO- Berdasarkan data Pemkab Kulon-progo, angka kemiskinan di wilayah ini terus menu-run. Itu seiring dengan berjalannya program pemerin-tah. Hasil rakor akhir tahun 2014, angka kemiskinan di wilayah paling barat Provinsi DIJ ini tinggal 21,27 persen.
“Data pemerintah terbatas, namun dengan lokal wisdom dipertahankan, akan mampu menekan angka kemiskinan. Salah satunya dengan kepedulian sosial melalui kegiatan gotong-royong,” ujar Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat mengikuti kegiatan bedah rumah di Desa Gerbosari, Kecamatan Sami-galuh, Kulonprogo, kemarin (2/11).
Menurutnya, budaya gotong royong harus tetap dijaga. Sebab, dengan kebersamaan itulah bisa sa-ling berbagi dan ikut terlibat dalam upaya mengen-taskan kemiskinan. Penerima program bedah rumah kali ini yakni Sukarman dan Sutinah warga Gerbosari, Samigaluh. Sukarman mendapatkan program bedah rumah dari Bazda Rp10 juta.
Sedangkan Sutinah menda-patkan program bedah rumah melalui APBD 2014.Camat Samigaluh Wahyu Pujianto mengatakan, un-tuk rumah tinggal milik Sukarman tidak bisa dileng kapi dengan IMB. Sebab, lokasinya masih masuk dalam sempadan jalan. Sehingga perlu ada dispensasi.
Menurut Wahyu, selain membantu merenovasi rumah warga yang tidak layak huni, pemerintah dapat membantu proses pembangunan penam-pungan air hujan (PAH).
Ini menjadi perhatian serius, sebab wilayah Samigaluh merupakan wilayah yang paling pertama mendapatkan hujan. Namun ketika musim kemarau tiba banyak sumur warga yang kering lebih dulu. “PAH ini penting, untuk mengatasi kekeringan,” tandasnya. (tom/din/ong)