ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TAK SEMPURNA:Proyek pelebaran Jalan Secang-Pucang-Sindas perlu ditinjau ulang. Karena, baru sebulan dibangun, sekarang kondisinya rusak dan banyak lubang.
MUNGKID – Kualitas proyek pelebaran Jalan Secang-Pucang-Sindas yang jadi bagian jalur alternatif Magelang-Semarang perlu ditinjau ulang. Karena, baru sebulan pembangunan dengan biaya Rp 2,4 miliar itu selesai, sekarang, kondisinya sudah rusak. Kerusakan berada di banyak titik. Di dominasi lapisan yang mengelupas dan jalan yang berlubang. Ada juga sebagian yang ambles.
Seperti yang terjadi di dekat Lapangan Desa Pancuranmas. Jalan yang dilebarkan mengelupas di beberapa bagian. Padahal, lokasi itu paling akhir dikerjakan. “Baru sebulan sudah rusak. Padahal tidak ada kendaraan berat yang lewat,” ungkap Yanto, 45, warga setempat, kemarin (2/11).
Bahkan, material yang mengelupas berserakan di jalan raya. Itu membahayakan pengguna jalan. “Krikil (batu-batu kecil) kadang terlempar setelah terlintas ban,” paparnya
Tak jarang, ia mendapati peng-guna jalan yang hampir terjatuh, karena terpeleset. “Katanya pekerjanya mau diaspal. Tapi tidak tahu saya,” imbuhnya.Slamet, 33, warga lainnya mem-prediksi kerusakan akan se makin parah. Terutama saat musim penghujan nanti. “Kalau hujan ini pasti bakal mengelupas lagi,” paparnya.
Di persawahan Desa Pucang, proyek ini juga mengalami ma-salah. Tinggi lapisan aspal de ngan jalan baru tidak rata. Bahkan ada yang ambles. “Padahal baru kok sudah kayak gini,” keluh Dani, 29, warga lainnya.Menurutnya, ketebalan lapisan jalan juga tidak sama. Ia pernah menyempatkan iseng mengukur. “Ada yang 10 sentimeter, 15, ada juga yang dua puluh (cm),” ungkapnya.
Perbedaan ketebalan ini diduga karena metode penggalian tanah yang berbeda. “Ada yang pakai beckhoe kecil ada yang dicangkul manual,” tuturnya.Di kawasan Desa Sindas, bangu-nan proyek ini terlihat lebih baik. Lapisannya juga belum terjadi kerusakan. Hanya beberapa titik yang terlihat berlubang.
Kepala Seksi Jalan Dinas Pe-kerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM), Wahyudi Purwantoro menga-takan, proyek sepanjang kurang lebih tujuh kilometer itu di biayai APBD Provinsi Jawa Tengah. Nilai pagunya Rp 2,5 miliar.
Pelebaran jalur ini dinilai pen-ting, karena jalan yang ada sangat sempit. Apalagi jalur itu jadi alternatif saat Jalur Magelang-Semarang padat.
Terkait kerusakan yang terjadi, ia mengaku belum melakukan pengecekan. “Kalau aspal dan campuran batu semen memang tidak bisa menyatu. Itu kelemahan-nya,” katanya. (ady/hes/ong)