PURWOREJO – Berdasarkan survei Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Purworejo, konsumsi sumber karbohidrat non beras di Kabupaten Purworejo masih sangat rendah. Dari 27 desa yang disampling, rata-rata konsumsi umbi-umbian baru 80,5 gram. Komsumsi ter-sebut, masih jauh dari anjuran pemerintah 100 gram/kapita/hari.
“Purworejo memang masih rendah, umbi-umbian atau pangan non beras masih di anggap sebagai kudapan atau camilan saja,” ungkap Muni Rahayu, Kasi Konsumsi Penganeka-ragaman dan Keamanan Pangan KKP Purworejo, Jumat (31/10).
Murni menjelaskan, rendahnya konsumsi umbi-umbian lan taran mayarakat masih menganggap beras sebagai satu-satunya ma-kanan pokok. Padahal fungsi umbi juga sama sebagai sumber karbohidrat, sehingga bisa meng-gantikan beras.
“Padahal orang tua jaman dahulu pangan non beras justru menjadi andalan asupan karbohidrat. Kalau sekarang kalau belum makan nasi, belum bisa dibilang sudah sarapan,” jelas-nya.
Pemerintah sempat mengga-lakkan budidaya beras dengan target swasembada, namun budidaya umbu-umbian menjadi ditinggalkan. Akibatnya umbi-umbian terpinggirkan, orang pun lupa jika sebagian masyarakat dulu pengonsumsi pangan non-beras atau terbiasa makan yang selain beras. (tom/jko/ong)