KC DHANESWARA/RADAR JOGJA
USIR GALAU: Ade Cristian sedang memainkan gitar di antara para pemain PSS Sleman yang lain.
Merawat Burung Peliharaan dan Gitaran Jalan Terus
Aktivitas para pemain PSS Sleman tidak banyak berubah, meskipun hati gundah gulana karena impian timnya promosi ke Indonesian Super League (ISL) kandas. Apa yang mereka lakukan?
KC Dhaneswara, Sleman
BERDASARKAN pantauan di Mes PSS beberapa waktu lalu, para penggawa PSS tetap ber-kegiatan seperti biasa. Pemain veteran Rasmoyo terlihat me-mindahkan sangkar burungnya dari dari koridor mes ke kamar-nya. Saat Radar Jogja datang, pria asal Magelang itu memberikan sapaan hangat. “Halo, apa kabar,” tandas mantan penggawa Persebaya Surabaya saat menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia (LI) musim 2013 ini.
Ya, setengah musim terakhir, adanya sangkar banyak sangkar burung memang sudah men-jadi pemandangan biasa di mes tempat menginap skuad Super Elang Jawa (Super Elja). Ada empat pemain yang memang memiliki hobi bermain dengan hewan unggas tersebut, yakni Waluyo, Wahyu Gunawan, Ras-moyo dan Satrio Aji.
Waluyo mengakui bermain burung memang bisa mengusir rasa gundah saat peristiwa tidak mengenakkan sedang menimpa PSS. Sebab bisa memberi makan burung dan mendengarkan nyanyiannya memang sangat menyejukkan hati.
“Melihat burung saja terutama yang masuk kategori burung hias itu juga membuat hati senang. Ya, memlihara burung di mes ternyata sangat berguna saat suasana hati sedang kurang enak seperti ini,” jelasnya.
Waluyo mengatakan dirinya termasuk pemula dalam bab bermain burung. Sebab, dulu saat dirinya lebih gemar meme-lihara ayam Bangkok. Menurut-nya memelihara ayam Bangkok jauh lebih sulit karena. Apalagi sang majikan harus bisa mem-buat ayam Bangkok peliharaan-nya memiliki tubuh kekar.
“Beda dengan burung dimana kesuksesan si majikan terletak pada berhasil atau tidaknya dia membuat suara burung merdu. Kalau ayam Bangkok jelas harus dibuat kekar,” ungkapnya.
Sedangkan Satrio, pemain yang pernah merumput di Persiba Bantul itu mengaku sudah men-jadi pehobi burung sejak lama. Namun Satrio mengaku sulit mengungkapkan dimana letak asiknya bermain burung.
“Soal hobi memelihara burung ya karena suka saja. Seperti ada orang yang hobi karaoke. Orang yang tidak hobi pasti bertanya dimana sih asyiknya karaoke. Sama juga seperti main burung. Kalau orang yang senang se-perti saya pasti bahaga jika da-pat bermain dengan hewan unggas yang satu ini,” jelasnya.
Kegiatan lain dilakukan oleh bek Ade Christian dan Gratheo Hadi. Ya, kedua pemain muda ini mengisi kegalauan mereka dengan bermain gitar dan ber-nyanyi. Ade mengaku hobinya bermain gitar di mes sebenarnya sudah dilakukan sejak awal ka-riernya di Super Elja.
Saat bermain gitar terlihat ada beberapa pemain muda yang ikut bernyanyi. Selain Gratheo yang menjadi “vokalis”. Taji Prase-tio terkadang juga ikut bernya-nyi. Penyerang veteran Saktiawan Sinaga dan kitman Agung pun juga sesekali bernyanyi dengan lepas mengikuti alunan gitar yang dipetik Ade.
Salah satu lagu yang menarik perhatian ialah “Jadilah Legenda” yang dipopulerkan band asal Bali Superman Is Dead. Kata Indonesia dalam lirik ini digan-ti dengan Super Elja. Di bagian reff misalnya, para pemain Super Elja menggantinya dengan “Un-tuk Super Elja teruslah bertahan, walau dihancurkan, disakiti kau tetap berdiri di sini,” jelasnya.
Saat ditanya apakah perubahan lirik itu mewakili suasana hati pemain, Ade mengatakan itu hanya kebetulan saja.
“Kalau kami sih cuma asal nyanyi. Ha-nya saja lagunya mungkin pas dengan suasana hati pemain. Yang jelas saya senang setelah sempat berhenti main gtar be-berapa bulan karena patah tangan sekarang sudah bisa main lagi,” terangnya. (*/din/ong)