MAGELANG -Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah pelanggan untuk mengetahui indikasi pecurian air.
Perusahaan milik pemkot ini menduga, sejumlah daerah tidak mendapat pasokan aliran air, lantaran ada aktivitas pencurian yang terjadi di rumah warga.
“Kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan. Waktu dan tempatnya rahasia,” ancam Direktur PDAM Kota Magelang Hery Wibowo kemarin (2/11)
Hery menegaskan, turunnya tekanan air PDAM harus men-dapat respons pihaknya. Karena, tak menutup kemungkinan pen-curian justru dianggap hal yang awam bagi pelanggan yang tidak memahami persoalan ini.
“Misalnya, ada tetangga yang masih satu keluarga pakai satu meteran, tetapi untuk dialiri dua bak atau dua rumah. Itu sebe-narnya tidak diperbolehkan. Nah, pengecekan ini juga bagian memberi pemahaman pada pelanggan, aturannya satu me-teran hanya untuk satu rumah,” paparnya.
Sehubungan dengan itu, PDAM mengagendakan sweeping pen-curian air yang melibatkan kepolisian dan Satpol PP. Dengan agenda itu, bisa meminimalisir tindakan yang merugikan masyarakat.
“Selama ini, tekanan berkurang, karena ada dugaan pencurian air. Karenannya, kami komit memberantas pencurian air yang meresahkan ini,” tegas Hery.
Ia menambahkan, para 2015 mendatang, PDAM berencana meluncurkan optimalisasi sumber mata air. Di daerah yang selama ini dianggap krisis air, akan di-dirikan distric meter area (DMA) di wilayah berketinggian tertentu, untuk menjawab masalah yang hingga kini belum teratasi.
“Di daerah Kramat Utara dan Selatan misalnya, kerap mampet karena topografi di sana cukup tinggi. Di wilayah Sanden, air harus mengalir di pipa dengan derajat yang cukup tinggi, sehingga kerap terjadi kebocoran maupun berkurangnya tekanan,” akunya.
Dengan menggunakan DMA atau semacam water torn versi kecil untuk menampung air sebelum masuk ke perumahan warga. Hal itu, diklaim bisa mem-buat tekanan baru, sehingga tidak ada lagi krisis air di Ke-camatan Magelang Utara.
“Secara umum, DMA juga ada meterannya, sehingga PDAM tahu kalau ini batas peng-gunaannya melebihi atau tetap stabil seperti biasa di setiap kelurahan. Jika melampaui batas, tentu perlu diperiksa,” katanya. (dem/hes/ong)