illustrasi
MAGELANG – Beberapa kalangan minta pembangunan pasar stres tidak ditunda. Karena, pembangunan pasar yang terbakar pada Januari 2013 sebagai sesuatu yang harus dilaksana-kan.Ini mengingat pembangunan pasar bagi pedagang klitikan sempat tertunda-tunda, dengan alasan anggaran
“Saat terbakar dulu, APBD 2013 sudah ditetapkan. Kemudian saat akan dimasukkan ke APBD Perubahan 2013 dengan per-timbangan waktunya mepet, sehingga diputuskan masuk APBD Penetapan 2014. Lha kok hingga sekarang belum juga dibangun-bangun. Ini ada apa,” kritik Mantan Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Sriyanto, ke marin (2/11).
Sriyanto membenarkan, pihaknya juga mengetahui pembangunan Pasar Stres sudah dilelang dan dimenangkan CV Baja Persada dengan nilai pe-nawaran Rp 514,283 juta dari pagu Rp 565 juta.
“Iya benar. Sudah ada lelang dan ada pemenang. Tetapi sampai se-karang belum dibangun. Apa bisa selesai hingga tutup tahun anggaran yang sudah tinggal 50 hari,” sindirnya.
Pria yang juga Ketua DPC PKPI Kota Magelang ini berharap, Pemkot Magelang komit me-nyelesaikan pembangunan pasar tersebut.
“Pembangunannya sudah hampir dua tahun tertunda lho. Jangan ulangi kasus pem-bangunan Pasar Rejowinangun yang terbakar pertengahan 2008, baru mulai dibangun per tengahan 2012. Ujung-ujungnya juga ber-masalah. Ukurannya, karena tengah diselidiki kejaksaan,” sergahnya.
Seperti diketahui, Pemkot Ma-gelang berjanji pada tahun ang-garan 2014 akan merealisasi pembangunan pasar stress. Gam-baran dalam DED, pembangu-nan menggunakan lokasi pasar yang sekarang dengan tambahan dua lantai dan kapasitasnya mencapai 200 kios.
Kabag Humas Protokol dan Santel kota Magelang Sutomo Hariyanto mengatakan, rencana kontruksi lantai satu dibuat 104 kios dengan ukuran 1,5 X 1,65 meter, lantai dua dibuat 96 kios dengan ukuran 1,5 X 1,5 meter sejumlah 80 buah, dan kios 1,5 X 2 meter sejumlah 16 buah.
“Total ada 200 kios. Beda dengan sebelum terbakar yang kapa-sitasnya hanya 112 kios,” katanya saat itu.
Faktanya, memasuki November, proyek pembangunan Pasar Stres, termasuk beberapa proyek di Kota Magelang belum dilak-sanakan.
Dari berbagai informasi, dalam data Rapat Pengendalian Ope-rasional Kegiatan (POK) Rabu (29/10), ada sekitar 14 proyek yang belum atau tidak bisa dilak-sanakan. Di antaranya, pembangu-nan BLK, pembuatan air mancur di Alun-alun, pembangunan Pasar Stres, pembuatan sidatan di Jalan Sudirman atau depan Artos Mal, dan lainnya.
Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat saat dikonfirmasi soal itu meminta koran ini bertanya langsung ke Kabag Pembangunan Taufik Nurbakin. Taufik memilih bung-kam saat ditanya hal tersebut. “Saya belum saatnya menjawab,” ungkap Taufik.
Sriyanto berharap, proyek-proyek lain juga diselesaikan. Karena sudah direncanakan dan dianggarkan dalam APBD 2014.
“Jika hal tersebut tidak bisa dilaksanakan tahun anggaran ini, patut dipertanyakan soal perencanaan dan kinerja Pem-kot Magelang di bawah ke-pemimpinan Wali Kota Sigit Widyonindito,” kritik Sriyanto lagi. (dem/hes/ong