Kulonprogo Semakin Diincar Pengusaha Properti

KULONPROGO-Bisnis properti atau perumahan mulai menggeliat di Kabupaten Kulonprogo. Sejumlah pengembang mulai berlomba di wilayah ini. Salah satu daya tariknya adalah dengan adanya rencana pembangunan bandara.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIJ Andi Wijayanto mengatakan, jika ada bandara, dipastikan bisnis perumbahan akan tumbuh lebih cepat. “Banyak pe-ngembang yang tertarik untuk memper-luas usaha di Kulonprogo,” terangnya.
Sejumlah pengembang saat ini memang masih banyak yang tertarik membuat hunian di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Jogj. “Bandara memang men-jadi daya tarik bagi para pe ngembang. Makanya banyak yang menunggu realisasi bandara itu,” katanya.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupa-ten Kulonprogo Agung Kurniawan menjelaskan, setidaknya sudah ada enam pengembang yang sudah me-nyempatkan diri melakukan penjajagan pengembangan bisnis properti.
“Beberapa memang masih melaku-kan penjajagan, namun ada juga yang sudah mulai melakukan survei lokasi tanah yang akan dipakai untuk lokasi perumahan,” jelasnya.
Guna mendongkrak investasi, pihaknya akan mempermudah proses pengurusan perizinan. Namun dengan syarat, semua tahapan dan persyaratan pendukung di-penuhi oleh pengembang.
“Bahkan bebe-rapa perizinan bisa diselesaikan di tingkat kecamatan tanpa harus di pemkab, me lalui program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN),” ujarnya.
Kepala Badan Perencana Pembangu-nan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Langgeng Agus Basuki menyatakan, penataan ruang kawasan di Kulon-progo hingga saat ini terus dilakukan. Kendati demikian, untuk investasi pro-perti bisa dilakukan diseluruh kecamatan. Termasuk di wilayah Kecamatan Sentolo dan Lendah yang telah ditetapkan se bagai kawasan industri. “Kawasan industri tetap akan dilengkapi dengan peruntukan untuk perumahan,” terangnya.
Langgeng mengakui jika masih banyak pengusaha properti yang baru sebatas melakukan penjajagan kerjasama. Se-cara aktif, mereka mengakses informasi, terkait perencanan pembangunan yang ada di Kulonprogo.
“Salah satunya me-nyangkut rencana pembangunan ban-daraa dan pusat industri,” ucapnya.Ketua Kamar Dagang dan Industri (Ka-din) Kulonprogo Zuharsono Ashari mengaku, harga tanah di Kulonprogo terus mengalami peningkatan.
Hal itu tidak terlepas dari rencana pembangunan beberapa mega proyek di Kulonprogo. “Pembangunan bandara, pelabuhan dan pusat industri menjadi nilai tawar tersendiri,” ujarnya. (tom/din/ong)